Advertisement

Antropometri berasal dari bahasa Yunani yaitu anthropos yang berarti manusia dan metros yang berarti pengukuran. Jadi istilah antropometri dapat diartikan sebagai pengukuran manusia. Istilah ini diciptakan dan dipopulerkan oleh Adolphe Quelet pada pertengahan abad ke-19. Sanders dan McCormick (1993) mendefinisikan antropometri sebagai ilmu yang berkaitan dengan pengukuran dimensi tubuh dan karakteristik fisik tertentu lainnya yang relevan dalam perancangan peralatan yang digunakan manusia. Mustafa (1992) mendefinisikan ergonomi sebagai studi mengenai pengukuran dimensi tubuh manusia. Kroemerefa/. (2001) secara sederhana mendefinisikan antropometri sebagai pengukuran dan penggambaran dimensi fisik dari tubuh manusia. Meskipun banyak definisi yang dikemukakan oleh para ahli, namun berbagai definisi tersebut selalu mencakup dua elemen penting yaitu manusia dan pengukuran tubuh. Memang dalam antropometri, dimensi fisik tubuh manusia merupakan fokus perhatian yang dipelajari dan nantinya akan diterapkan untuk berbagai keperluan perancangan. Kursi dan meja sekolah mempunyai peranan yang sangat menentukan dalam membentuk postur duduk yang baik selama aktivitas belajar mengajar bagi siswa-siswa sekolah dasar. Kajian mengenai pentingnya postur duduk terutama bagi anak-anak sekolah sudah menjadi perhatian para ahli dan peneliti sejak abad ke-18 sebagaimana dilaporkan oleh Zacharkow (1988). Postur duduk yang baik bagi anak-anak menjadi faktor yang lebih menentukan dibandingkan dengan orang dewasa karena pada usia dini inilah perkembangan tubuh dibentuk (Panagiotopoulou et al., 2004). Postur duduk yang tidak baik (sebagai akibat dari meja dan kursi sekolah yang tidak dirancang dengan baik), dikombinasikan dengan waktu duduk yang lama dapat menyebabkan keluhan tulang belakang pada anak seperti LBP-Low Back Pain (Troussier et al., 1994). Penelitian- penelitian di beberapa negara maju menunjukkan bahwa kasus LBP banyak terjadi seperti di Finlandia (20%), Inggris (26%), USA (36%) dan Swiss (51%) yang terjadi pada anak-anak usia sekolah (Burton et al., 1996). Postur duduk murid-murid sekolah dipengaruhi oleh tiga hal yaitu: aktivitas yang dilakukan di dalam kelas, dimensi tubuh (selanjutnya disebut dimensi antropometri) murid- murid itu sendiri dan design feature dari kursi dan meja sekolah yang mereka pakai (Yeats, 1997). Kajian terhadap meja dan kursi sekolah dan kesesuaian dengan ukuran tubuh murid-murid sekolah (antropometri mund-murid) sebagai pemakai sudah banyak dilakukan oleh para peneliti untuk berbagai tujuan. Tujuannya adalah untuk menentukan apakah ukuran meja dan kursi sekolah yang dipakai sesuai (match) atau tidak sesuai (mismatch) dengan dimensi antropometri murid-murid yang menggunakannnya, mengevaluasi kursi dan meja sekolah dengan dampaknya terhadap kesehatan murid-murid sebagai pengguna dan mencari alternatif ukuran yang sesuai bagi mayoritas populasi sehingga dihasilkan kursi dan meja dan sekolah yang memberikan kenyamanan dan kesehatan bagi pemakainya. Di Michigan, USA, Parcells et al. (1999) melakukan penelitian mengenai ketidaksesuaian (mismatch) antara dimensi meja dan kursi sekolah yang digunakan sekelompok siswa sekolah dasar dengan melakukan pengukuran dimensi tubuh siswa-siswa sekolah dasar berumur 11 sampai 13 tahun (sebanyak 74 orang siswa sebagai sampel). Hasilnya menunjukkan bahwa hanya 18.9% dari siswa tersebut yang memenuhi kriteria kesesuaian (match) antara kursi dan meja sekolah yang digunakan dengan dimensi antropometri mereka. Sisanya menunjukkan ketidaksesuaian (mismatch) antara kursi dan meja sekolah yang digunakan dengan dimensi antropometri mereka. Kebanyakan murid-murid duduk di atas kursi yang dudukannya terlalu kecil, tinggi dudukan yang terlalu tinggi ataupun terlalu rendah dan tinggi meja yang ketinggian bagi ukuran tubuh mereka. Panagiotoupoulou et al. (2004) melakukan penelitian mengenai dimensi meja dan kursi sekolah dasar di Thessaloniki, Yunani dengan sampel yang terdiri dari 180 orang siswa sekolah dasar dengan rentang usia 7 sampai 12 tahun. Hasil kajian menunjukkan banyaknya ketidaksesuaian dimensi tubuh (anthropometric mismatch) siswa dengan dimensi meja dan kursi yang dipakainya sehingga menyebabkan keluhan pada bagian punggung (back pain) antara lain: 18.3 % pada siswa kelas 2, 20% pada siswa kelas 4 dan 45% pada siswa kelas 6. Kajian yang sama dilakukan oleh Gouvali dan Boudolos (2006) terhadap sampel sebanyak 274 orang siswa sekolah dasar di Athena, Yunani yang menemukan banyaknya ketidaksesuaian dimensi tubuh (anthropometric mismatch) siswa dengan dimensi meja dan kursi yang dipakainya dimana 71.5% menggunakan kursi dengan dudukan yang tidak sesuai dengan tubuh mereka dan 81.8 persen menggunakan meja yang ketinggian. Dari ketiga penelitian yang diuraikan (Parcells et al., 1999; Panagiotopoulou et al., 2004; Gouvali dan Boudolos, 2006), para peneliti tersebut menfokuskan sudut pandang dimensi antropometri siswa-siswa sekolah dasar dalam mengevaluasi meja dan kursi sekolah yang digunakan. Di Indonesia, umumnya sekolah dasar menyediakan ukuran meja dan kursi yang sama ukurannya untuk berbagai tingkatan. Padahal terdapat perbedaan ukuran tubuh yang cukup signifikan antara murid-murid yang berbeda tingkatan, misalnya antara murid kelas 1 atau kelas 2 dengan murid kelas 5 atau kelas 6. Perbedaan ini mestinya menjadi pertimbangan bagi pihak sekolah untuk menyediakan fasilitas meja dan kursi sekolah yang sesuai bagi siswanya.

Mengingat para siswa menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah, dimensi meja dan kursi yang tidak dirancang dengan baik akan menyebabkan murid-murid duduk dengan postur yang tidak baik selama aktivitas belajar mengajar berlangsung (bisa 4 sampai 6 jam bahkan lebih). Posisi duduk yang tidak baik ini akan menyebabkan turunnya performa belajar siswa dan lebih jauh lagi dapat menimbul-kan berbagai masalah kesehatan. Riyadina (2001) melakukan penelitian mengenai dimensi meja dan kursi dan dimensi tubuh anak-anak sekolah dasar di beberapa sekolah dasar di Tangerang, Banten. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa terdapat ketidaksesuaian dimensi meja dan kursi dengan dimensi antropometri anak-anak sekolah dasar yang diteliti. Ketidaksesuaian ini menyebabkan berbagai keluhan pada bagian tubuh murid-murid yang diteliti antara lain keluhan pada bagian punggung, bahu, leher, pinggang dan paha. Penelitian antropometri juga dilakukan terhadap meja dan kursi yang disediakan pihak sekolah di suatu sekolah dasar di Tangerang, Banten (Yanto dan Herlina, 2007). Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan adanya ketidaksesuaian (anthropometric mismatch) antara dimensi antropometri murid-murid sekolah dasar dengan dimensi meja dan kursi sekoiah yang disediakan. Ketidaksesuaian ini menimbulkan keluhan rasa pegal dan sakit pada beberapa bagian tubuh anak-anak setelah belajar beberapa waktu seperti pada bagian buttock-protusion atau pinggul (88.9% pada siswa kelas 1, 82% pada siswa kelas 2 dan lebih dari 50% pada siswa kelas 3, kelas 4 dan kelas 5), leher (lebih dari 80% pada siswa kelas 1, kelas 2 dan kelas 3, serta lebih dari 40% pada siswa kelas 4, kelas 5 dan kelas 6). Keluhan lain juga dirasakan pada bagian pinggang (lebih dari 50%) dan punggung (lebih dari 40%) serta pada bagian- bagian paha, bahu dan lutut (lebih dari 30%). Beberapa hasil penelitian diatas menunjukkan pentingnya pertimbangkan antropometri dalam perancangan kursi dan meja sekoiah untuk anak-anak sekolah dasar. Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan dimensi-dimensi kritis yang perlu dipertimbangkan dalam mengevaluasi dan merancang kursi dan meja sekolah dari sudut pandang ergonomi antropometri. Pada masing-masing dimensi kritis, tinjauan berdasarkan dimensi antropometri pemakai dan implikasi terhadap kesehatan pemakai jika terdapat ketidaksesuaian antara dimensi kursi dan meja sekolah dengan dimensi antropometri pekerja juga diberikan.

Advertisement

Incoming search terms:

  • pengertian antropometri
  • definisi antropometri
  • pengertian antropometri menurut para ahli
  • apa yang dimaksud antropometri
  • apa yang dimaksud dengan antropometri
  • anthropometry definisi
  • pengertian anthropometri
  • antropometric definisi
  • pengertian antopometri
  • definisi antropometry

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian antropometri
  • definisi antropometri
  • pengertian antropometri menurut para ahli
  • apa yang dimaksud antropometri
  • apa yang dimaksud dengan antropometri
  • anthropometry definisi
  • pengertian anthropometri
  • antropometric definisi
  • pengertian antopometri
  • definisi antropometry