Advertisement

Tidak begitu menon­jol dibandingkan arsitektur negara-negara Eropa Ba­rat lainnya. Finlandia tunduk di bawah pemerintahan Swedia sebelum dijajah Kerajaan Rusia pada tahun 1809, dan kemudian menjadi republik merdeka pada tahun 1917.

Eliel Saarinen dan Alvar Aalto adalah dua arsitek Finlandia yang paling terkemuka dalam abad ke-20. Alvar Aalto mengembangkan fungsionalisme di Fin­landia. Dan gagasan-gagasan Eliel Saarinen sangat mempengaruhi perkembangan desain pencakar langit. Desain stasiun kereta api, yang disayembarakan pa­da tahun 1904, telah dimenangkan oleh Eliel Saarinen. Selain itu, Alvar Aalto juga menghasilkan banyak ba­ngunan bermutu kelas satu. Johan Siren merancang Gedung Parlemen di Helsinki yang selesai dibangun pada tahun 1931.

Advertisement

Selama Abad Pertengahan dan Renaisans, arsitek­tur Finlandia tidak menonjol. Bangunan-bangunan utamanya antara lain katedral di Turku dan puri-puri Abad Pertengahan Viipuri. Banyak gereja pada ma­lam itu dihias dengan fresco (lukisan yang dibuat di din­ding pada plesteran, sebelum plesternya kering benar). Sejak Helsinki menjadi ibu kota pada lahun 1812, arsitek berkebangsaan Jerman, K.L. Engel, meng­arahkan arsitektur Finlandia ke langgam klasik yang diwujudkan di Universitas Helsinki (1817) Gubernur (1818—1832). Masa eklektik di Finlandia, yaitu masa pencampuran berbagai langgam dalam arsitektur, berakhir sekitar akhir abad ke-19.

Advertisement