Advertisement

PENGERTIAN ARSITEKTUR KALIMANTAN – Dahulu, dikenal rumah berbentuk panjang dengan ruang-ruang kecil atau bilik sampai sebanyak 50 buah, yang disebut rumah betang. Di sampingnya di­dirikan rumah panjang yang lebih kecil, untuk 1 sam­pai 5 keluarga. Rumah tinggal biasanya menghadap ke timur yang disebut juga arah kehidupan, dan sangat dipantangkan membuat rumah menghadap ke barat yang berarti berlawanan dengan arah kehidupan. Tiap pintu rumah diberi ukiran berbentuk perisai dan bu­rung; di bawahnya tertulis iseng mulam, artinya maju terus pantang mundur. Di puncak atap dipasang lam­bang tombak sebagai penolak bala.

Tercermin dari rumah penduduknya dengan bangunan yang panjangi dan didirikan di atas tonggak-tonggak setinggi 2,5 meter. Untuk memasukinya digunakan tangga yang J terbuat dari«balok kayu dengan takik-takik untuk berpijak. Penutup atapnya bahan sirap atau lempengan B kulit kayu. Desa di Kalimantan rata-rata berpenduduk sekitar 100 sampai 150 jiwa. Rumah-rumahnyaumumnya didirikan pada jalan yang sejajar atau tegak lurus terhadap sungai. Hubungan antardesa dilakukan melalui sungai.

Advertisement

 

Di Kalimantan Selatan, desa merupakan gabungan satuan administrasi dari sebuah kampung, sedangkan kampung terdiri atas sejumlah keluarga yang men­diami 10—20 rumah. Rumah-rumah diletakkan ber­deret menghadap ke selatan atau barat. Di Kalimantan Selatan, umumnya letak rumahnya membelakangi su­ngai. Desa lama biasanya mempunyai tempat kera­mat, dengan sebatang pohon beringin besar dan kadang-kadang satu rumah pemujaan atau Shankang. Tiap desa dilengkapi dengan langgar dan mesjid, pa­sar dan sekolah di pusatnya.

Advertisement