Advertisement

ACTIO CATHOLICA adalah berasal dari bahasa Latin yang dapat diterjemahkan dengan aksi Katolik. Pada permulaan abad ke-20 dalam Gereja Katolik ada gerakan untuk menggiatkan keteriibatan kaum awam, sehingga yang menghidupkan Gereia odak hanya para imam tetapi seluruh umat. Menyebansya gerakan ini memang ada hubungannya dengan kenyataan bahwa tidak mudah mendidik pemimpin jemaah, yaitu imam, sehingga diperlukan awam; tetapi sebetulnya gerakan ini berkaitan dengan kesadaran baru akan peranan hakiki umat biasa dalam Gereja. Dengan begitu, gerakan ini bukan iagi sekedar menyatakan tindakan kebetulan dari sejumlah oknum Katolik, melainkan menjadi pengertian khas untuk suatu gelombang usaha dalam suatu kurun waktu tertentu dalam sejarah Gereja.

Aksi Katolik mempengaruhi berdirinya partai-partai kristiani di Eropa yang sampai sekarang masih: basyak negara Eropa Barat. Pendorong pelayanan Gereja di bidang perburuhar seeara lebih sistematis, melanjutkan gerakan scraps pada abad ke-19. Aksi ini juga menghidupkan pemanan Gereja kepada seni dan kebudayaan Akan tetapi bagi banyak orang, aksi ini juga menjadi sebab teriala tercampuraduknya kepentingan negara das Gereja, yang dalam taraf tertentu dapat menjadi adak sehai, karena memberi peluang bagi kaum konserv aiif da jam Gereja untuk membela atau merebut kembali kedudukan agama dalam politik. Kelak aksi Katolik ditmjau kembali dan ditempatkan dalam proporsi yang lebih integral dalam Konsili Vatikan Kedua, waktu para pemimpin Gereja Katolik menempaikan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan dalam kerangka perwujudan iman kristiani dan bukan hanya sebagai upaya mempertahankan privilese-privilesenya.

Advertisement

Advertisement