Advertisement

ADA DALAM TIADA adalah sebutan Tuhan bagi penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Ungkapan ini berasal dari bahasa Kawi Sang Hyang Taya yang artinya Tiada Yang Agung. Kata lain dari Sang Hyang Taya adalah Sang Hyang Wisesa, Sang Hyang Wenang dan Sang Hyang Tunggal.

Ada Dalam Tiada, merupakan asal tujuan dan sekaligus akhir dari segala kehidupan, atau dalam bahasa Jawa disebut Sangkan Paraning Dunwdi. Selain itu, asas ini juga merupakan hakikat hidup yang menjadi tema pemikiran para pujangga sejak jaman dahulu. Hakikat hidup dijabarkan sebagai “Kekuatan mahagaib yang berkuasa tunggal” dalam mewujud kan kepastian dan keputusan ragam hidup alam semesta, sebagai kenyataan dan kebenaran mutlak.

Advertisement

Kyai Yasadipura I, seorang pujangga yang hidup antara tahun 1729-1802, membuat cerita tentang hakikat hidup manusia dalam bentuk Tembang Kawireh atau Suluk Bimasuci. Dalam cerita tersebut dikisahkan perjalanan Bima menemui Dewa Ruci, yang merupakan guru sejati dalam dirinya sendiri.

Perilaku manusia yang mengarah pada kondisi Ada Dalam Tiada dikenal sebagai upaya mencapai ketenteraman lahir dan batin. Caranya dengan mawas diri dan mencoba mengenal dirinya sendiri secara utuh. Dengan mengenal diri sendiri, manusia bisa lebih mudah mengenal lingkungannya. Dengan demikian,ia akan berguna bagi sesamanya.

Incoming search terms:

  • pengartian dari ada
  • apa hakikat ada dan tiada
  • arti ada dan tiada
  • hakikat tiada yang ada ada yang tiada
  • hakikat ada dan tiada
  • arti dari tiada
  • arti antara ada dan tiada
  • arti ada yang tiada
  • antara ada dan tiada artinya?
  • sanghyang taya

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengartian dari ada
  • apa hakikat ada dan tiada
  • arti ada dan tiada
  • hakikat tiada yang ada ada yang tiada
  • hakikat ada dan tiada
  • arti dari tiada
  • arti antara ada dan tiada
  • arti ada yang tiada
  • antara ada dan tiada artinya?
  • sanghyang taya