Advertisement

ADPOKAT merupakan buah yang banyak diguna- kan untuk bahan es teler dll. Bentuknya bermacam- macam; bulat, lonjong, atau menyerupai jambu. Di Jawa Barat, ia sering disebut jambu pukat. Warna kulitnya beragam; dari hijau muda, hijau tua, sampai hijau kemerahan atau keunguan bila matang. Buahnya berdaging dengan warna hijau kekuningan dan berisi satu biji yang besar.

Buah adpokat kaya akan vitamin A (sampai 180 SI dalam 100 g), mineral dan lemak (jumlah kalori dapat mencapai 180). Ada yang mengandung sampai 30 persen lemak. Kandungan lemak tersebut sangat dipengaruhi lokasi tumbuh. Di Indonesia, adpokat yang sangat disukai adalah jenis yang berdaging tebal, berwarna kuning dan gurih karena tinggi kandungan lemaknya.

Advertisement

Tanaman adpokat adalah saudara dekat kayu manis. Tanaman ini berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Di Indonesia, buah ini terbanyak diusahakan di propinsi Jawa Barat. Sesungguhnya tanaman ini sesuai dengan segala keadaan; iklim kering atau iklim basah; dataran rendah maupun dataran tinggi, tergantung pada varietasnya. Tidak semua adpokat diserang ulat.

Tinggi pohon adpokat dapat mencapai 9—18 m. Cabangnya mendatar dan tajuknya melebar, daunnya hijau gelap lebar, dengan bunga terletak dalam malai. Varietas yang terdapat di Indonesia adalah Ijo panjang, Ijo bundar, dan Gontor. Berbagai jenis varietas tersebut digolongkan ke dalam 3 kelompok besar menurut daerah asalnya, yaitu: (i) adpokat Meksiko, (/i) Guatemala, dan (Hi) Hindia Barat.

Adpokat Meksiko tipis dan licin kulitnya. Bijinya besar dan lekat dalam rongganya. Tangkai buahnya pendek dan ukuran buahnya kecil, kurang dari 200 gram. Ia agak berbau adas. Adpokat Guatemala memiliki kulit tebal kasar dan rapuh. Buahnya berukuran besar, dapat lebih dari 1400 gram. Tangkai buahnya panjang dan tidak berbau adas. Bijinya kecil dibandingkan ukuran buah, dan lekat. Adpokat Hindia Barat hampir serupa dengan adpokat Guatemala, hanya kulitnya agak tipis dan licin. Bijinya besar dan lepas dari rongganya. Tangkai buah pendek. Jenis terakhir ini betul-betul bersifat tropik dan dapat ditanam di dataran rendah.

Walau bunganya hermaprodit (memiliki putik dan benangsari), terdapat dua macam kelas menurut saat kematangan serbuk sari dan kepala putiknya. Kultivar dari kelas A terbuka bunganya pada pagi hari; kepala putiknya matang (reseptif), tetapi tidak mengeluarkan serbuk sari. Bunga menutup pada siang hari dan mekar kembali pada sore hari berikutnya, dan melepaskan serbuk sari, pada saat kepala putik tidak reseptif lagi. Bunga kelas B terbuka dengan kepala putik yang matang pada sore hari pertama, dan kembali mekar untuk mengeluarkan serbuk sari pada pagi keesokan harinya atau pada hari ketiga.

Di kebun besar, kedua jenis kelas tersebut perlu ditanam secara berselang seling. Ada juga jenis adpokat tertentu, seperti varietas Ijo Panjang yang hanya mempunyai satu jenis. Sehingga dengan menanam satu jenis pohon pun diperoleh hasil buah yang memuaskan.

Klasifikasi ilmiah. Tanaman adpokat ialah Persea americana. Tanaman ini termasuk suku Lauraceae (medang- medangan).

Advertisement