Advertisement

ADU SATUA adalah patung nenek moyang yang dibuat dan disembah oleh masyarakat Nias penganut agama asli Molohe Adu (penyembah adu) yang disebut juga agama Pelebegu (penyembah roh). Agama ini berkisar pada penyembahan roh leluhur dan untuk keperluan tersebut mereka membuat patung-patung dari kayu yang disebut adu. Setiap keluarga memahat patung nenek moyang masing-masing, yaitu patung nenek moyang dari pihak laki-laki (adu satua) dan patung nenek moyang dari pihak perempuan (adu nuwu). Selain itu, ada pula yang disebut adu zato, yaitu patung para ksatria yang meliputi pendiri desa, patriot berbakat, pemburu hebat dan sebagainya. Untuk menjaga hubungan dengan kelompok sosial dan masyarakat desanya, orang harus menyembah ketiga jenis patung ini.

Jumlah patung nenek moyang dapat bertambah karena setiap orang yang dianggap ksatria akan dipahatkan patungnya. Di antara 150 jenis patung yang dikenal, diukir dan disembah oleh orang Nias, adu satua dan adu nuwu adalah patung yang paling penting dan dihormati. Tetapi pasangan adu satua, adu nuwu dan adu zato tidak boleh disembah secara terpisah.

Advertisement

Adu satua dan adu nuwu dianggap sebagai illah (zat atau makhluk tenang) yang berisi roh leluhur. Oleh sebab itu patung-patung ini harus dirawat dengan baik. Karena setiap keluarga memiliki patung sebagai illah masing-masing, upacara dan sikap keagamaan keluarga desa di Nias selalu bervariasi satu sama lain.

Incoming search terms:

  • pengertian satua
  • Penyemba adu

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian satua
  • Penyemba adu