Advertisement

Istilah ini berasal dari Sanskerta dan menunjuk pada sebuah teori yang dapat ditemukan dalam filsafat India Kuno. Tetapi teori ini tidak bersifat ortodoks. Dalam teori ini adanya jiwa disangkal. Jiwa tidak ada. Pada mulanya ajaran ini orang sering kaitkan dengan Budhisme, karena Budhisme awal menyangkal adanya jiwa. Menurut tradisi, ajaran ini didirikan oleh Markalidewa, yang diyakini hidup pada abad 5—6 SM.

Dalam risalah-risalah Vedanta pertengahan Ajivika didasarkan atas teori atomistis. Menurut Ajivika, terdapat 4 macam atom, yang membuat empat unsur alam: tanah, air, api dan udara; semua atom dapat dipadukan. “Kehidupan” bukanlah sesuatu yang atomis melainkan apa yang mengamati (mempersepsi) dan mengenal paduan-paduan atom. Macam-macam atom dan kehidupan menentukan lima esensi yang darinya tersusun segala sesuatu yang ada. Kesadaran merupakan kesatupaduan khusus atom-atom yang sangat halus yang merupakan konfigurasi “kehidupan”. Atom- atom kekal, tidak dapat dibagi, tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dihancurkan.

Advertisement

Ajivika adalah teori realistis dan, pada umumnya, materialis yang menentang agama-agama India kuno dan filsafat Brahmanis mengenai karma, sengsara, dan moksha. Terkadang penolakan ini berbentuk relativisme moral/etis.

Advertisement