Advertisement

AN-HWEI, atau Anhui, termasuk propinsi terkecil dari dua puluh satu propinsi di Cina. Luasnya 139.900 kilometer persegi, dengan penduduk sekitar 50 juta jiwa pada 1985. Propinsi ini berbatasan dengan Propinsi Jiangxu (Kiangsu) di sebelah timur laut. Propinsi Zhcjiang (Chekiang) di sebelah tenggara. Propinsi Jiangxi (Kiangsi) di sebelah selatan, serta Propinsi Hubei (Hupeh) dan Honan di sebelah barat.

Propinsi ini dulu merupakan wilayah terpenting di bagian selatan RRC. Pada 481 SM, banyak orang Cina berdatangan ke wilayah ini. Dalam Perang Dunia II, wilayah ini diduduki Jepang. Kemudian antara tahun 1946-1949, An-hwei berada di bawah pengawasan tentara Kuomintang (Nasionalis). Tahun 1954, daerah ini menjadi salah satu propinsi RRC, dengan Ho-fei sebagai ibu kota.

Advertisement

Kini daerah tersebut paling terkebelakang di wilayah selatan RRC. Bagian utara propinsi ini sering digenangi oleh luapan air dari sungai-sungai yang banyak terdapat di sana. Bagian selatannya, Lembah Yangtze, terpisah dari dataran sebelah utara oleh gugusan pegunungan yang membentang dari timur ke barat.

Empat kota besar terdapat di sini, yaitu Ho-fei, Huai-nan, Pang-fou, dan VVu-hu. Dalam setahun, daerah ini mengalami dua kali masa panen. An-hwei menghasilkan kentang, kaoliang (sejenis iagung), kacang kedelai, dan wijen. Pada musim dingin dihasilkan gandum, kacang polong, teh, kapas, dan tembakau. Teh An-hwei terkenal sejak abad ketujuh, bukan saja di Cina tetapi juga di negara lain.

Advertisement