Advertisement

ANAK-ANAK dalam antropologi ragawi adalah istilah tingkat perkembangan manusia di bawah usia dewasa. Beberapa buku seperti G. Kaluger dan M.F. Kaluger (1974) membagi usia anak dalam beberapa tahap sesuai perkembangan: Usia 0—2 tahun disebut sebagai bayi (infancy), 3—5 tahun sebagai masa kanak dini (early childhood) yang di sini disebut Balita, kemudian masa anak-anak pertengahan antara 6—3 tahun, masa anak-anak menjelang remaja 9—11 tahun dan masa remaja permulaan dari 12—15 tahun. Setelah 16 tahun hingga usia 18 tahun, anak disebut remaja dan baru setelah 19 tahun disebut dewasa.

Pada usia anak-anak ini sikap, ciri, pola hidup (life style), pola perilaku dasar dan pertumbuhan baik kejiwaan atau badaniah sangat ditentukan.

Advertisement

Pembagian yang sedikit berbeda menyebut periode 1 sampai dengan 6 tahun sebagai periode juvenil. Dalam periode ini muncul gigi tetap secara berturutan dan teratur, sehingga dengan mengamati susunan gigi, usia anak dapat ditentukan. Selanjutnya periode anak-anak awal antara 6 sampai 10 tahun, dan periode anak-anak akhir atau prapuber antara 10 tahun dan pubertas, yang sudah digolongkan remaja.

Pada periode anak-anak awal, pertumbuhan tinggi dan bobot badan berlangsung lambat. Pada umur enam tahun besar otak sudah mencapai 95 persen besar otak dewasa, anak sudah dapat berpikir sehingga mampu menerima pelajaran secara sistematis.

Pada periode prapuber, tinggi dan bobot badan bertambah dengan cepat, dan merupakan bagian awal lonjakan pertumbuhan sekitar pubertas. Otak sudah sama besar dengan otak dewasa.

Periode prapuber pada perempuan terjadi dua tahun lebih awal daripada laki-laki, sehingga pada umur yang sama pada periode ini perempuan tampak lebih besar dan lebih tinggi daripada laki-laki.

Advertisement