Advertisement

ANGKAT BESI adalah salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON), SEA Games, Asian Games dan Olimpiade. Di Indonesia, cabang olahraga ini diorganisasikan oleh PABBSI (Persatuan Angkat Besi, Binaraga, dan Angkat Berat Seluruh Indonesia). Walaupun penggemar olahraga ini cukup banyak, tetapi prestasi Indonesia belum menonjol. Prestasi atlet angkat besi Indonesia umumnya baru sampai pada tingkat regional Asia Tenggara, yakni di gelanggang SEA Games. Satu-satunya atlet angkat besi Indonesia yang pernah tercatat memecahkan rekor dunia adalah Charlie Depthios. Pada tahun 1977 ia memecahkan rekor angkat besi untifk jenis angkatan clean and jerk, pada kategori kelas terbang. Karena prestasinya itu ia mendapat gelar “Olahragawan Terbaik 1977″ dari Wartawan Olahraga PWI.

Jenis angkatan pada angkat besi dulu ada tiga, yaitu snatch, clean and jerk, serta press. Di Olimpiade yang ditentukan sebagai pemenang adalah yang mempunyai jumlah angkatan tertinggi dari nilai angkatan press, dean & jerk serta snatch. Tetapi sejak tahun 1973, yang dipertandingkan hanya dua jenis angkatan, yaitu snatch dan clean & jerk.

Advertisement

Peralatan. Sebenarnya peralatan yang digunakan pada cabang olahraga angkat besi tergolong sederhana. Peralatan utamanya hanyalah berupa beban yang disebut barbel. Barbel terdiri atas sebuah tongkat palang, umumnya terbuat dari baja. Tongkat palang ini biasanya disebut stang atau bar. Pada kedua ujungnya dipasang beban berbentuk piringan besi. Sejak? tahun 1968, piringan besi ini dilapis dengan karet khusus, yang merupakan pengaman seandainya terjadi kecelakaan. Beban piringan ini dapat ditambah atau dikurangi, sesuai dengan tahap angkatan. Piring¬an beban itu bermacam-macam ukurannya, mulai dari 25 kilogram, 15 kilogram, 5 kilogram, 2,5 kilogram dan 1,25 kilogram. Ketentuan mengenai berat tiap piringan itu ditetapkan oleh Federasi Angkat Besi Dunia (IWF).

Dalam suatu pertandingan, yang memasang piringan-piringan beban itu pada stangnya adalah petugas panitia pelaksana. Si atlet tinggal menyebutkan berapa berat barbel yang ia kehendaki. Misalnya, seorang atlet hendak mengangkat beban barbel seberat 142,5 kilogram. Petugas akan memasang piringan besi pada tiap sisinya, dengan susunan: dua piringan yang masing-masing 25 kilogram beratnya, ditambah satu piringan 15 kilogram, satu piringan 5 kilogram dan satu lagi 1,25 kilogram.

Incoming search terms:

  • olahraga angkat besi
  • alat olahraga angkat besi
  • peralatan angkat besi
  • alat angkat besi
  • nama alat angkat besi
  • perbedaan angkat berat dan angkat besi
  • nama alat olahraga angkat besi
  • perbedaan angkat besi dan angkat berat
  • peralatan olahraga angkat besi
  • pengertian angkat besi

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • olahraga angkat besi
  • alat olahraga angkat besi
  • peralatan angkat besi
  • alat angkat besi
  • nama alat angkat besi
  • perbedaan angkat berat dan angkat besi
  • nama alat olahraga angkat besi
  • perbedaan angkat besi dan angkat berat
  • peralatan olahraga angkat besi
  • pengertian angkat besi