Advertisement

ANGLOSAKSON adalah sebutan bagi penduduk Britania Raya (Inggris) pada abad ke-10, sebelum terjadinya serbuan bangsa Norman ke dacrah itu. Istilah ini telah mulai dipergunakan sejak pemerintahan Raja Alfred tahun 899 dan raja-raja penggantinya sampai Raja Edwy tahun 957. Juga, gelar King of The Anglosaxons atau King of The West Saxons kadang- kadang digunakan oleh Raja Alfred dan raja-raja sesudahnya dengan arti King of The English. Baru pada abad ke-11 penggunaan istilah Anglosakson meluas dan digunakan untuk membedakan Suku Bangsa Sakson pindahan dari Jerman yang bertempat tinggal di Inggris dan Suku Bangsa Sakson di Jerman.

Masyarakat yang disebut suku bangsa Anglosakson itu bcrasal dari tiga suku bangsa Jerman, yakni Angle, Saxon, dan Jute. Ketiga suku bangsa ini berasal dari Semenanjung Jutland dan dari daerah pantai laut utara Jerman. Mereka bertempat tinggal di Inggris sejak sekitar tahun 449 M. Mereka menyeberang ke kcpulauan ini di bawah pimpinan Hengist dan Horsea. Setelah menaklukkan bangsa Kent, mereka mendirikan tujuh kerajaan kecil yang disebut Heptarchy. Pada tahun 829, menyatukan ketujuh kerajaan itu dan membagi kerajaan menjadi beberapa daerah dan kampung. Setelah terjadinya penyerbuan bangsa Norman pada tahun 1066, mereka bercampur dengan bangsa Norman dan lahirlah bangsa baru di Inggris.

Advertisement

Penulis-penulis Inggris dari masa setelah serbuan bangsa Norman seperti Florence atau Orderic Vitalis, menggunakan kata Anglosaxon untuk English dalam pengertian English sebelum serbuan. Dengan demikian “Anglosakson” digunakan dalam arti periode sejarah, bahasa, literatur Inggris pada masa sebelum serbuan bangsa Norman.

Advertisement