Advertisement

ANIMATISME adalah sistem kepercayaan yang meyakini bahwa benda-benda atau tumbuhan di sekeliling manusia itu berjiwa dan bisa berpikir seperti manusia. Kepercayaan itu tidak mengakibatkan adanya aktivitas keagamaan guna memuja benda-benda atau tumbuh-tumbuhan itu, akan tetapi dapat menjadi unsur dalam religi tertentu.

Berbagai kebudayaan suku bangsa di Indonesia menunjukkan adanya kepercayaan terhadap tumbuh tumbuhan dan benda-benda yang menjadi sakti atau keramat. Banyaklah kebudayaan yang menaruh kepercayaan terhadap tumbuhan padi, beringin, sagu, dan tumbuh-tumbuhan lainnya. Benda-benda seperti keris, pedang, meriam, kereta kencana, batu atau benda pusaka lainnya dipercaya sebagai benda sakti atau keramat.

Advertisement

Tumbuh-tumbuhan tertentu digunakan sebagai medium dalam berkomunikasi dengan Yang Maha- kuasa dalam aktivitas religi dan pengobatan. Para pclaku upacara berbicara atau berkomunikasi dengan tumbuh-tumbuhan tertentu dalam menyampaikan pesan atau tujuan. Ramuan dari berbagai jenis tumbuhan digunakan sebagai medium upacara guna mencapai keselamatan, kemakmuran, kekuatan, dan sebagainya, inisalnya dalam upacara “tepung tawar” pada berbagai suku bangsa di Sumatra. Sebagai contoh dapat dilihat bagaimana orang berkomunikasi dengan tumbuhan padi menurut kebudayaan Sumba Barat di Nusa Tenggara Timur. Komunikasi itu berlangsung dalam upacara zairo, yaitu upacara mohon maaf kepada Dewi Padi oleh karena jiwa atau roh padi itu sudah lelah atau terbakar akibat sambaran kilat atau petir. Roh padi itu telah melayang-layang ke angkasa tak tentu arah tujuannya. Apabila upacara zairo tidak dilaksanakan, leluhur (marapu) akan marah dan akan mendatangkan malapetaka terhadap padi, sehingga timbul bencana kelaparan. Akibat lain adalah terjadinya kebodohan atau kedunguan pada manusia, atau terhambatnya pertumbuhan badan anak-anak sehingga menjadi tidak normal.

Salah satu kepercayaan terhadap bermacam-macam benda, benda pusaka, dan senjata adalah kepercayaan terhadap meriam. Meriam sebagai senjata dalam perang sudah dikenal di Indonesia pada abad ke-16, sejak kedatangan bangsa Portugis. Dalam perkembangan selanjutnya alat perang ini dikeramatkan, dihormati, bahkan dipuja dan dianggap mempunyai kekuatan gaib atau mempunyai jiwa oleh sebagian masyarakat di Indonesia. Kekuatan gaib itu dianggap dapat membantu dan menghindarkan mara bahaya. Meriam semacam itu ditemukan di berbagai tempat, misalnya meriam Si Jagur di Jakarta, meriam Ki Amuk di Banten, dll. Sebuah meriam konon pernah dicuri orang, akan tetapi dengan tiba-tiba saja telah kembali lagi ke tempatnya semula, sementara sang pencuri seperti tanpa sebab musabab menemui ajalnya.

Benda-benda pusaka atau berbagai alat senjata n empunyai kesaktian sendiri-sendiri yang menimbulkan kepercayaan bagi masyarakat tertentu. Pedang Vn-tebee (“daun tebu”) dikisahkan telah banyak berperanan dalam perang Aceh melawan Belanda. Pedang itu bila dikehendaki oleh pemiliknya dalam peperangan bisa menjadi panjang dan bergerak sendiri mencari mangsanya.

Pada waktu tertentu untuk benda keramat ini dilakukan upacara siraman, yang pada masa lalu dapat menghabiskan waktu delapan hari. Kereta kencana keraton itu juga dimandikan. Pelaksanaan upacara ini biasanya bertepatan dengan bulan Muharam (Suro). Bekas air penyiraman itu diambil oleh orang kebanyakan, karena mereka percaya bahwa air itu dapat memberi tuah awet muda dan enteng rezeki.

Incoming search terms:

  • animatisme
  • pengertian animatisme
  • kepercayaan animatisme
  • animatisme adalah
  • arti dari animatisme
  • arti animatisme
  • seperti apa benda yang berjiwa
  • apa yang di maksud animatisme
  • apa pengertian animatisme
  • apa itu keyakinan animatisme

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • animatisme
  • pengertian animatisme
  • kepercayaan animatisme
  • animatisme adalah
  • arti dari animatisme
  • arti animatisme
  • seperti apa benda yang berjiwa
  • apa yang di maksud animatisme
  • apa pengertian animatisme
  • apa itu keyakinan animatisme