Advertisement

ANIMISME

Inggris: animism; dari Yunani anemos (apa yang meniup, apa yang berhembus, angin); Latin: anima (napas, jiwa, prinsip kehidupan).

Advertisement

1. Doktrin bahwa semua hal berjiwa atau setidaknya memiliki prinsip vital yang dekat dengan prinsip kehidupan. Keyakinan bahwa segala sesuatu hidup.

2. Keyakinan akan realitas jiwa yang imanen di dalam dan yang meliputi segala sesuatu: manusia, hewan, batu karang, sungai, pohon, bumi, bulan, binatang, sebagai kekuatan penuntun.

3. Keyakinan bahwa ada satu jiwa yang tak kelihatan, yang tidak dapat diraba, yang tidak bersifat material, yang merupakan dasar pokok bagi kehidupan. Jiwa ini berbeda dari tubuh material yang dihuninya dan bertindak untuk menyebabkan tubuh berperilaku.

4. Dalam kosmologi kuno, animisme ialah keyakinan bahwa alam semesta dunia kita ini dan juga segala benda langit memiliki jiwa abadi. Jiwa ini merupakan sumber dari semua gerak dan perubahan. Diperkirakan terdapat hirarki jiwa-jiwa yang terdapat pada pelbagai tingkatan eksistensi.

5. Dalam metafisika, animisme adalah pandangan bahwa eksistensi (Ada, alam semesta) berada sebagai keseluruhan hidup. Atau, pandangan bahwa ada suatu kekuatan hidup yang berhubung- an erat dengan dan yang menggerakkan proses-proses dan arah kehidupan. Alam semesta itu sendiri entah merupakan suatu keseluruhan organis yang hidup, atau disuntikkan dengan suatu prinsip kehidupan batin.

6. Secara epistemologis, animisme adalah keyakinan akan kecenderungan kodrat manusia untuk memproyeksikan kualitas-kualitas kehidupannya sendiri pada realitas eksternal yang tidak bernyawa (dan bernyawa). Dalam pandangan purba, misalnya, pohon, sungai, bulan dipercaya memiliki kehendak, perasaan, pikiran dan niat atau maksud. Pandangan semacam ini ada kaitan dengan antropomorfisme. Tidak semua bentuk animisme bersifat antropomorfis karena dalam animisme obyek- obyek bisa saja mempunyai kualitas-kualias kehidupan tanpa memiliki bentuk manusiawi. Animisme semacam ini terdapat dalam banyak ungkapan, misalnya dalam percakapan biasa: “Pintu mendorong saya ke luar dari ruangan”. Ini ada kaitan dengan empati, personafikasi dan simpati. Bahasa yang mempunyai unsur animism dapat ditemukan juga dalam bahasa metafor dan puisi: “Dia adalah seekor rubah tua yang cerdik”. Di sini ada kaitan dengan analogi dan metafora. Analogi dan metafora dijumpai dalam bahasa ilmiah: “Tekanan dalam kemasan menyebabkan penutup terbuka”.

Advertisement