Advertisement

Antropologi Budaya

Dalam budaya terdapat subdisiplin dari antropologi budaya yang terdiri atas: (I) arkeologi (prasejarah) yang mempelajari manusia pada jaman prasejarah, yaitu sebelum adanya tulisan dan kebudayaan, untuk mcngetahui sejarah perkembangan kebudayaan manusia mclalui rekonstruksi negnra negara kota di berbagai ternpat di dunia, seperti Amerika Tcngah, Timur Tcngah dan Asia; (2) antropologi linguistik yang mempelajari dan mcnghasilkau teori-teori mengenai perkembangan bahasa-bahasa di dalam masyarakat di dunia, khususnya dalam lingkungan masyarakat non-Barat, dengan memusatkan perhatian pada bahasa dalarn lingkungan sosial dan budaya setempat dan (3) antropologi sosial, yang mcnurut perkem- bangannya semula mempelajari masyarakat sederhana, kemudian juga masyarakat rumpun, pctani dan masyarakat kota, dengan titik berat perhatian pada perilaku dan kebudayaan. Hal ini bcrarti bahwa pokok perhatian antropologi tidak hanya masyarakat masa lalu atau masyarakat yang relatif hidup terpeno ari dunia luar, melainkan juga masyarakat yang pada masa kini, dalam lingkungan perkotaan yang sudah mcngalami proses modernisasi.

Advertisement

Pcngkajian antropologi budaya pada abad ke-19 dan awal abad ke-20 terutama berkenaan dengan studi pcrbandingan tentang adat-istiadat masyarakat manusia di luar kebudayaan Eropa, dengan tujuan untuk merekonstruksi dan mencari hubungan antara berbagai wilayah di dunia (mclalui studi tentang peninggalan purbakala dan persamaan, perbedaan dan perkembangan bahasa). Sejak tahun 1920, studi antropologi budaya memusatkan perhatian untuk mencari gencralisasi dan berbagai teori untuk mempelajari perilaku dan kebudayaan manusia. Oleh sebab itu bagian dari pcngkajian perilaku dan kebudayaan ini sering disebut antropologi sosial, yang kemudian bcrkembang menjadi pengkajian masyarakat dan kebudayaan mclalui berbagai bidang studi seperti antropologi hukum, antropologi ekonomi dan antropologi politik. Di samping itu terdapat sejumlah fokus seperti: antropologi psikologi, antropologi simbol, antropologi kognisi, antropologi ekologi, folkiar, etnohistori, dan antropologi kesehatan yang menjembatani aspek biologi dan aspek budaya dari kesehatan dan penyakit serta bentuk-bentuk perawatan dan pengobatan. Ada pula perkembangan antropologi dalam teologi Katolik, yakni Antropologi Teologis, yang merupakan uraian sistematis dan metodis antropologi mengenai manusia dipandang dari sudut iman. Sebagai bagian dari teologi, antropologi teologis memusatkan perhatiannya pada pcranan iman dalam hidup manusia. Tinjauannya hanyalah sejauh kaitan manusia dengan Allah. Dalam antropologi teologis manusia diakui sebagai ciptaan Allah, bersama dengan scgala ciptaan lain, mcngalami akibat dosa dan ditebus oleh Tuhan untuk kemudian dengan scluruh kemanusiaannya disatukan Allah secara kekal. Antropologi teologis inilah yang kemudian menjadi dasar etika dan moral kiistiani, dasar scgala lingkah laku manusia di dunia, baik sebagai pribadi maupun sebagai bagian masyarakat.

Dalam perkembangannya di bcrbagai jurusan antropologi yang terdapat di banyak universitas di dunia, walaupun subdisiplin antropologi seperti , sebab di atas dapat diterima, dalam pelaksanaan pengjarannya, subdisiplin yang diajarkan tidak sama atau sebagian dari subdisiplin diajarkan di luar jurusan antropologi. Scbagai contoh, di Amerika Serikat, pada umumnya arkeologi tcrmasuk salah satu subdisiplin antropologi budaya yang diajarkan di jurusan antropologi. Sebaliknya di Indonesia, arkeologi merupakan jurusan tersendiri. Dcrnikian pula folklor dan etnohistori di berbagai universitas telah berkembang menjadi ilmu tersendiri, meskipun tidak terlepas kaitannya dengan antropologi budaya. Di Indonesia, folklor tcrmasuk mata kuliah yang diajar kai Jalam jurusan antropologi.

Antropologi dibedakan dengan ilmu-ilinu sosial lainnya dalam arti bahwa antropologi bcrusaha untuk memahami latar belakang budaya tingkah laku tertentu. Ahli antropologi berusaha mempelajari nilai nilai budaya yang dimiliki masyarakat untuk memahami perilaku yang diwujudkan, mclalui makna dan simbol yang terdapat di dalam benda-benda per alatan maupun hasil karya serta di balik perilaku tertentu dalam intcraksi antara manusia dan lingkungan sosial serta lingkungan alam sekitarnya.

Atropologi mempunyai pendekatan holistik melihat suatu unsur kebudayaan tertentu sebagai bagian dari suatu sistem, di mana unsur yang satu mempunyai fungsi dan berkaitan dengan unsur lainnya, sehingga perubahan yang terjadi pada satu unsur akan mempengaruhi unsur yang lainnya). Di samping itu, antropologi memperhatikan masalah relativisme kebudayaan.

Untuk mempelajari manusia dan kebudayaannya, ahli antropologi berusaha melakukan pendekatan dengan vara berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat yang dipclajarinya, untuk mtynahami adat- istiadat dan pengaturan kehidupan sosial dalam masyarakat yang bersangkutan. Proses mcncatat dan menginterpretasikan cara hidup masyarakat disebut etnografi.

Ahli antropologi biasanya mempelajari masyarakat dalam komunitas, desa atau ketetanggaan. la berusaha mempelajari bahasa atau istilah setempat sambil mengamati dan mencoba mclihat pola hidup masyarakat. Dalam hal ini, masalah waktu, keterlibatan yang mendalam, banyaknya usaha memperkirakan, usaha mempraktekkan (suatu kebiasaan atau pekerjaan tertentu), dan pengkajian kcmbali kckeliruan dalam menginterpretasikan suatu hal dalam pengalaman pcnelitian yang telah dilakukan sebelumnya, turut memperhitungkan keberhasilan seorang ahli antropologi untuk memahami masyarakat yang dipelajari nya.

Incoming search terms:

  • anteopolgi budaya dan uraian defenisinya
  • antropologi budaya diindonesia
  • arti dari antropologi kesehatan
  • materi antropologi teologi
  • pengertian folklor antropologi
  • uraikan secara singkat konsep dasar antropologi dari fokus kebudayaan

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • anteopolgi budaya dan uraian defenisinya
  • antropologi budaya diindonesia
  • arti dari antropologi kesehatan
  • materi antropologi teologi
  • pengertian folklor antropologi
  • uraikan secara singkat konsep dasar antropologi dari fokus kebudayaan