Advertisement

API PENCUCIAN, menurut kepercayaan beberapa aliran Kristen, adalah tempat untuk membersihkan sisa dosa orang yang telah meninggal. Namun tidak semua orang bisa dibersihkan dosanya. Orang yang meninggal dengan dosa berat tidak masuk ke api pencucian tetapi ke neraka. Sebaliknya, yang meninggal tanpa dosa dapat langsung masuk surga tanpa melewati api pencucian. Siapa yang masuk api pencucian suatu ketika akan masuk surga, bila masa hukumannya berakhir. Ini menunjukkan sekaligus kebaikan dan keadilan Tuhan. Betapa pun berdosanya manusia, tentulah ia mendapat rahmat Tuhan. Namun, setiap kesalahan manusia pasti dihukum oleh Tuhan yang Maha adil.

Pembersihan itu diungkapkan dengan istilah “api pencucian”. Gereja hanya mengajarkan bahwa jiwa yang berada di api pencucian belum bersatu dengan Tuhan. Juga Gereja hanya mengajarkan bahwa proses pembersihan itu akan berakhir, dan kemudian jiwa itu masuk surga. Menurut ajaran Gereja, jiwa yang berada di tempat ini dapat ditolong dengan doa orang di dunia, untuk mengurangi siksa api pencucian.

Advertisement

Ajaran tentang api pencucian ini berawal dari agama Yahudi. Gereja purba telah melakukan doa dan kurban misa untuk orang yang meninggal. Bapa Gereja seperti Agustinus dan Thomas Aquinas menyempurnakan ajaran tentang hal ini. Beberapa pengkhotbah menganggap api pencucian sebagai tempat penuh api atau tempat untuk hukuman badan. Gereja Reformasi menolak ajaran tentang api pencucian.

Advertisement