Advertisement

APODI SUMATRA adalah kerabat tikus berukuran besar. Biasanya hewan ini hidup di rumpun bambu, bersembunyi di lubang-lubang tanah yang digali dengan gigi dan cakarnya. Malam hari, apodi keluar untuk mencari makanan, yakni akar bambu atau tunas bambu. Kadang kala, apodi mengerumit batang bambu untuk mengambil kulit bambu sebagai bahan membuat sarang. Perilaku mengerumit bambu inj dapat dipakai sebagai petunjuk kehadirannya. Karena hidup dan tinggal di rumpun bambu, di Malaysia, hewan ini dikenal juga sebagai tikus bambu. Meskipun makanan utamanya akar atau tunas bambu, apodi juga dapat menjadi hama di perkebunan tebu dan singkong.

Binatang ini mudah dikenali karena bentuknya seperti tikus, badannya buntak berbulu kusut, dan wajahnya berwarna coklat kemerahan. Panjangnya 28—48 sentimeter, tidak termasuk ekornya yang pan¬jangnya 10—20 sentimeter, bobotnya mencapai 4 kilogram. Berbeda dengan tikus lain, ekornya gundul dan tidak bersisik.

Advertisement

Apodi tersebar di Sumatra, Malaysia Barat, Thailand, dan Indocina. Hewan ini hidup menyendiri dan bersifat pemalu. Bila diganggu, apodi akan menunjuk- kan sikap bertahan dengan kepala ditegakkan, meringis untuk memperlihatkan gigi serinya yang sangat besar, dan menggeretukkan geraham. Setiap kali beranak, apodi melahirkan 3—5 ekor, setelah bunting 22 hari. Anak-anaknya diletakkan di dalam sarang bawah tanah. Usianya diduga dapat mencapai empat tahun.

Incoming search terms:

  • appodi
  • mitos gigi hewan tikus bambu
  • devinisi sumatra
  • Binatang appodi

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • appodi
  • mitos gigi hewan tikus bambu
  • devinisi sumatra
  • Binatang appodi