Advertisement

ARAGO adalah tempat ditemukannya manusia purba di Eropa Barat Daya yang sudah memfosil. Tempat ini merupakan guabesar berukuran 10 x 4,5 meter, di utara dataran Reussillon, dekat desa Tautavel, di kaki Pegunungan Pyrenea, yang dikenal dengan nama Caune d’Arago, di Perancis Tenggara.

Temuan di sini cukup banyak, antara lain tulang muka dan dahi, tulang pendinding, rahang bawah, gigi, tulang-tulang di luar tengkorak seperti tulang jari dan tulang pinggul.

Advertisement

Beberapa ciri yang dapat diketahui antara lain tonjolan kening nyata dan besar, dahi landai, rongga tengkorak serapit panjang, muka kecil lebar, pipi menonjol, ketongosan ada, tetapi kesemuanya terpadu halus. Pinggul besar dan kekar, sehingga secara keseluruhan menunjukkan bahwa manusianya besar dan kekar. Ukuran gigi rata-rata di bagian belakang menunjukkan reduksi dibanding dengan jenis manusia sebelumnya (Pithecanthropus erectus). Secara morfologis temuan ini menunjukkan kaitan dengan manusia sebelum dan sesudahnya.

Temuan itu berupa tulang belulang anak-anak mau- pun dewasa, sedangkan variabilitas yang ada disebab- kan adanya perbedaan kerja berdasar perbedaan jenis kelamin.

Pertanggalan menunjukkan kepurbaan sekitar 400.000 tahun yang lalu, bertepatan dengan kala Pleistosen Tengah serta memberikan gambaran tentang kelompok pra-Neandertal Eropa. Temuan-temu- an yang semasa di Eropa barat antara lain dari Lazaret, gua La Chaise, dan Biache-Saint-Vaast. Diketahui bahwa manusia purba dari Arago sudah berbudaya, dan hidup berburu sebagaimana terungkap dari temuan alat-alat, sisa buruan, dan sampah dapur. Kebudayaannya disebut kebudayaan Tayacia dan Acheulia.

Advertisement