Advertisement

ARANG merupakan jenis bahan bakar yang sudah berabad-abad dikenal manusia. Arang lebih praktis dibandingkan dengan kayu bakar. Arang dapat disimpan lama, ringan dan ringkas. Di Indonesia, sampai kini arang masih banyak digunakan, terutama untuk memasak. Bahkan di restoran besar pun, untuk masakan tertentu, arang masih digunakan. Sebab arang tidak mengubah aroma masakan.

Pembuatannya Arang kayu: dibuat dengan cara memanasi kayu secara langsung atau tidak langsung, di dalam timbunan tanah, tanur penyuling (kiln retort), oven tanpa atau dengan udara terbatas. Ada dua macam arang kayu yang dapat dihasilkan, yaitu arang kayu batangan, dan arang kayu halus atau pecahan. Untuk pembuatan arang batangan yang baik, dipakai jenis kayu berdaun lebar yang berat atau agak berat. Bahan baku utama untuk membuat arang halus adalah serbuk, kulit dan serpihan kayu dari sisa- sisa penggergajian. Cara pembuatan arang kayu adalah sbb. :

Advertisement

1.            Cara sederhana. Proses pembuatannya dengan sistem terbuka di atas tanah, di dalam lubang atau dengan cara timbunan.

2.            Kiln. Kayu dibakar di dalam kiln (semacam oven pengering) dengan suhu pengarangan yang dapat men- capai 400-1000°C. Waktu pengolahannya 2 sampai 30 hari. Ada beberapa jenis kiln, yang dibedakan me- nurut bentuk dan bahan konstruksinya, yaitu kiln tanah liat atau batu, kiln kubah, kiln sarang lebah atau empat persegi panjang. Kapasitas produksi pengolahannya bergantung pada volume kiln, yaitu antara 150 kilogram hingga 30 ton arang untuk setiap pembakaran.

3.            Destilasi destruktif. Pada cara ini, alat yang digunakan dapat berbentuk penyuling atau oven (semacam tungku pemanas). Pemanasan dapat dilaku- kan di luar atau di dalam alat itu. Pemanasannya biasanya dilakukan dengan mengalirkan gas panas yang tidak bereaksi. Suhu maksimum pengolahan sekitar 400 sampai 500°C dalam waktu 20 sampai 30 jam. Arang yang dihasilkannya berbentuk batangan atau serbuk.

Jenis arang kayu yang lazim adalah:

(a)          Briket arang, yaitu arang yang mempunyai bentuk tertentu, yang kerapatannya tinggi. Jenis ini diperoleh dengan cara pengempaan (pemampatan) arang halus yang dicampur dengan bahan perekat. Nilai kalor briket arang ialah 6.000 – 7.000 kalori per gram.

(b)          Arang aktif, yaitu arang yang mempunyai daya serap tinggi terhadap cairan atau gas. Arang aktif dibuat dengan cara mengalirkan uap panas melalui serbuk atau butiran arang pada suhu 900°C. Di samping itu ia dapat pula dibuat dari serbuk kayu yang dicampur dengan bahan kimia melalui proses penga¬rangan dan aktivasi secara bersama pada suhu sekitar 600°C.

Di desa-desa umumnya arang dibuat dengan cara yang sederhana. Kayu atau dahan dipotong-potong disesuaikan dengan lubang yang tersedia. Kayu tersebut ditumpuk sedemikian rupa agar nyala api dapat membakar seluruh tumpukan dengan baik. Tumpukan itu kemudian ditimbuni tanah sedemikian rupa sehingga tidak ada udara luar yang masuk selama pembakaran berlangsung.

Karena cara pembakaran yang sederhana tersebut, hasil arang yang diperoleh tidak banyak. Lagi pula cara pengarangan demikian masih menghasilkan arang mentah, yaitu arang yang masih bersifat kayu, karena, pembakaran kurang sempurna.

Incoming search terms:

  • Pengertian Arang
  • definisi arang
  • arang kayu adalah
  • arang kayu perbedaan
  • arti arang
  • penjelasan arang
  • arti ringan rangan
  • arti sinungging
  • bentuk dari arang
  • Cara produksi arang batangan

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • Pengertian Arang
  • definisi arang
  • arang kayu adalah
  • arang kayu perbedaan
  • arti arang
  • penjelasan arang
  • arti ringan rangan
  • arti sinungging
  • bentuk dari arang
  • Cara produksi arang batangan