Advertisement

BUDHISME MAHAYANA (0- 500 M)

Dari dua interpretasi Budhisme yang tampil sesudah kematian Budha Gautama pendirinya, Budhisme Mahayana lebih kemudian, lebih poluler dan lebih luas dan dalam. Anggota gerakan ini menamakan dirinya “Mahayana” yang berarti “kendaraan besar” Kontras dengan istilah “Hinayana” yang berarti “kendaraan kecil’ yang mereka berikan kepada interpetasi ajaran-ajaran Budha yang lebih awal dan lebih ketat. Yang berjasa dalam perkembangan gerakan ini adalah Ashvaghosa, Nagarjuna, Asanga, dan Vasubandhu

Advertisement

1. Perbedaan pokok yang membedakan semua bentuk Budhisme Mahayana dari Hinayana adalah kepercayaan akan lembaga (pranata) bodhhattva, yaitu Sang penyelamat yang, dengan cinta universal bagi semua makhluk, menangguhkan Nirvana, agar mengalami kelahiran kembali yang tak ada batasnya demi keselamatan mereka. Dalam beberapa versi Mahayana, ke-bodbisattva-an bersifat opsional; dalain versi-versi lain, siapa pun juga dalam perjalanan menuju ke-budha-an (pencerahan) harus melalui tahap bodhisttva. Tetapi dalam setiap versi, sementara Budhisme Hinayana bersifat individualitas, Mahayana melahirkan dan mengungkapkan sebuah etika tentang rasa belas kasih dan keprihatinan universal.

2. Kebudhaan (pencerahan) merupakan tujuan universal dan keselamatan universal adalah mungkin. Dalam versi-versi di man; setiap orang suatu saat dalam hidupnya akan berperan sebaga penyelamat universal, setiap orang mesti melalui sepuluh tahaj kebodhisatvan, yaitu: kesukaan; kemurnian; kecerahan budi kehancuran setiap endapan kebodohan dan nafsu jahat; hidup tenang dalam kebakaan waktu; memandang esensi kekal dar hal-hal yang tersembunyi di balik kejahatan, ketidak-tahuan: serta kekhususannya; kesalehan dan pengetahuan langsung pengetahuan sempurna yang menguntungkan makhluk inderaw tetapi tidak sanggup mereka kejar; akhirnya, pencapaian bodhi satva pada puncak di mana ia dipersonifikasikan sebagai tints dan simpati, kemahatahuan, kebajikan, kebijaksanaan, dan ke adilan.

3. Dengan cara yang terkait, tujuan Nirvana tidak lagi negatil tetapi positif. Nirvana pertama-tama berarti pencapaian cinta universal dan kebijaksanaan yang mendalam dan luas dalam kehidupan mni demi orang lain. Akhirnya, Nirvana berarti kesentosaan kekal mutlak bagi siapa yang telah melengkapi siklus kelahiran dan kematiannya.

4. Selanjutnya, karier transendental Budha menjadi menentukan dalam Budhisme Mahayana. Budha dimengerti sebagai memiliki tiga penjelmaan: sebagai Tubuh Perubahan; Tubuh Kebahagiaan, dan Tubuh Darma. Tubuh Perubahan, secara kasar, merupakan Budha historis. Tubuh Kebahagiaan sepertinya merupakan rea- litas antara: memiliki kualitas dunia fisik dan kenyataan ter- akhir, sambil melaksanakan secara rahasia rencana keselamatan pada segala zaman dan tempat. Tubuh Darma mirip dengan konsep Ketuhanan (Dharmakarya) yang serentak merupakan kenyataan terakhir dan tubuh kosmik Budha, tetapi mengatasi yang fisik. lnilah yang kekal dalam kita, dalam Budha Gautama, dan dalam Budha-Budha lain.

Advertisement