Advertisement

CYNISISME

Inggris: the cynics’, dari Yunani kynikos yang berarti “serupa dengan anjing”; acau dari “Cynosarges”, nama gedung di Arena yang pertama kali digunakan oleh aliran filsafat Yunani ini.

Advertisement

1. Menurut aliran ini, kebajikan adalah kebaikan satu-satunya. Dengan demikian pengikut-pengikutnya hidup sederhana dan mengendalikan diri. Bagi mereka, pasti mendatangkan kerugian jika percaya akan pengaruh yang mungkin saja mengkrompromikan kemandirian kehendak. Kesepakatan, kebiasaan, dan milik masyarakar diabaikan atau dipandang rendah. Alhasil, para penganut aliran ini memprovokasikan oposisi baik dalam masyarakat Yunani maupun Romawi.

2. Kelompok ini berpikir bahwa kebajikan adalah kebaikan tertinggi. Hakikatnya adalah pengendalian diri dan mandiri. Kebahagiaan timbul dari berbuat penuh bajik, yang bagi mereka juga berarti menggunakan inteligensi bawaan seseorang untuk mempertahankan hidup. Mereka membedakan antara nilai-nilai alamiah (kecocokan dengan iranna alam) dengan nilai-nilai artifisial (nilai-nilai yang dikenakan oleh individu-individu atas individu-individu lain). Ketidaktahuan tentang hakikat pokok sendiri dan kebutuhan pokoknya (tetapi sebaliknya mengikuti cara-cara masyarakat yang rusak, buruk) menjurus ke ketidakbahagiaan. Menganut nilai-nilai yang tidak wajar (eksternal dan material) seperti kemashuran, kekayaan, keberhasilan, prestasi, kenikmatan, reputasi, tingkatan akademis, condong ke ketidakbahagiaan. Individu-individu harus hidup dalam suatu keadaan alam dengan keinginan dan kebutuhan sesedikit mungkin. Individu yang tidak menginginkan apa-apa, tidak punya apa-apa, memiliki kebutuhan minim, ibarat para dewa-dewi yang tidak mempunyai kebutuhan sama sekali. Tidak memiliki keugaharian (moderasi), tidak punya kekuatan untuk berpantang, kegemaran berlebihan, menjurus ke ketidakbahagiaan.

3. Menekankan disiplin diri. Keperluan diri sendiri dicukupi melalui disiplin diri yang mencakup latihan tubuh dan mendisiplinkan pikiran. Hanya dengan demikian individu dapat memiliki kehadiran yang rasional untuk bertindak secara luhur, memenuhi kemampuan-kemampuannya yang paling tinggi. Pada umumnya kaum Cynic adalah orang-orang asketis, anti- nomian (melawan norma, standar sosial, kebiasaan, tradisi, hukum masyarakat yang mapan), anti-intelektual, non-akademis, non-sistematis, dan individualistis. Mereka mencemoohkan atau menolak kenikmatan, kemewahan, kemuliaan, dan hawa nafsu (kenikmatan raga) dan kemiskinan yang dipuja. Mereka me- mandang rendah teori-teori kaum akademis yang spekulatif, yang menurut mereka tidak mempunyai keuntungan praktis bagi individu, tetapi memperhambakannya dengan kewajiban-kewajiban yang keliru seperti kewajiban kepada keluarga, pemiliharaan kekayaan (harta benda), kesetiaan kepada pemerintah, kekayaan dan kemiliteran, patriotisme).

Incoming search terms:

  • kelompok cynic
  • memprovokasikan arti
  • arti memprovokasikan
  • Memprovokasikan artinya

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • kelompok cynic
  • memprovokasikan arti
  • arti memprovokasikan
  • Memprovokasikan artinya