Advertisement

DUNIA

Inggris: world’, Latin: mundtis.

Advertisement

1. Jika dibedakan dengan Allah, dunia” berarti segala kenyataan di luar Allah. Dunia merupakan keseluruhan ciptaan. Meskipun konsep penciptaan mengandung relasi dunia dengan Allah, namun konsep dunia a) tidak berhubungan dengan relasi ini. Dunia menyangkut seiuruh kenyataan lain yang bukan Allah menurut eksistensinya. Pada kenyataannya, eksistensi dunia sedemikian bebas, sehingga ia bahkan dapat berbalik menentang Allah dengan keputusan bebas pribadi rohani. Pendapat religius (biblis) tentang dunia b) berkaitan dengan pendapat di atas. Dunia merupakan kekuatan bermusuhan dengan Allah. Dunia c) acapkali dimengerti sebagai totalitas segala scsuatu yang kelihatan: alam raya, kosmos. Kosmologi mempelajari kosmos baik dalam pengertian filsafat alam umum maupun dalam pengertian kosmogoni (teori-teori tentang asal-usul dunia). Terkadang konsep dunia ini diterapkan pada sebagian saja dari alam raya (misalnya, pada tata surya atau pada bumi saja). Karena berbeda dari “dunia-dunia” lain, dunia d) juga mem- punyai arti relatif, yang berlaku bagi satu subyek atau kelompok subyek, kalau kita berbicara tentang dunia binatang atau dunia manusia. Ini berarti dunia sekitar, yaitu, totalitas segala se- suatu yang menyangkut binatang atau manusia.

2. Dunia dan Allah: Panteisme dalam sebagian terbesar bentuknya mengakui sedikitnya hubungan relatif antara Allah dengan dunia. Pendapat teistis tentang perbedaan antara Allah dan dunia tidak bisa dihindarkan, begitu kontingensi dunia dilihat. Transendensi mutlak Allah sudah barang tentu mengecualikan kesamaan antara Dia dan dunia. Tetapi transendensi ini tidak meniadakan kehadiran dan kegiatan-Nya dalam dunia (Imanensi).

3. Kesatuan dunia: Dunia memiliki dasar kesatuannya dalam relasi hakikinya dengan Allah. Allah merupakan awal pertama dunia dan akhir yang paling akhir dunia (lawannya: pluralisme eksistensi). Keanekaan spasial dan temporal dunia (teori kosmis tentang banyak dunia) tidak dapat dirujukkan dengan kesatuan dunia ini. Kesatuan dunia berarti bahwa terdapat hubungan ruang-waktu dan kausal antara semua makhluk korporeal (jasmani). Konsekuensi dari kesatuan lalah bahwa semua badan itu, atau di dalam dirinya sendiri atau di dalam akibat- akibatnya, dapat diamati oleh makhluk yang dikaruniai indera yang termasuk dunia ini. Dalam pada itu juga jelas bahwa keanekaan dunia yang diandaikan tidak pernah akan dapat diverifikasikan dengan menggunakan metode-metode astronomi.

4. Tata dan tujuan dunia: dunia di sekitar kita merupakan dunia yang ditata (finalitas). Karena itu orang Yunani menyebutnya “kosmos” (tertata baik.teratur).

5. Awal dan akhir dunia: Wahyu mengajarkan awal dunia di dalam atau dengan waktu. Wahyu mengajarkan akhir dunia bukan dengan pembinasaan (anihilasi) melainkan sebagai bencana alam dan transformasi (langit baru dan bumi baru). Bila dilihat dari fakta penciptaan saja, tidak beralasan untuk menerima awal temporal dunia. Sebab, ketergantungan terus- menerus atas tindakan kehendak Allah yang kekal, namun bebas, tidak menghilangkan kemungkinan bahwa kita tidak akan pernah menemukan awal temporal segala sesuacu di dunia ini. Karena itu dunia tidak dipikirkan sama kekal dengan Allah. Dunia hanya dipikirkan tidak berawal, atau selalu hadir dalam dan dengan waktu. Demikian juga ketergantungan pada pencipta pada dirinya tidak mempunyai alasan untuk mengandaikan bahwa akan terdapat akhir dunia.

6. Di satu pihak, perkembangan dunia yang konstan yang sudah diperkenalkan kepada kita oleh hasil-hasil astronomi menghilangkan pra-sejarah dunia yang tidak terbatas yang kita kenal. Hukum fisis tentang entropi memperlihatkan bahwa “durasi yang tidak terbatas” tidak mungkin. Bahwa kondisi-kondisi kehidupan normal di bumi suatu saat akan dihancurkan oleh bencana alam kosmis, bukan hanya mungkin melainkan juga sesuatu yang mungkin dari sudut pandangan astronomi.

7. Sistem-sistem filsafat panteistis selalu mengandaikan adanya durasi dunia yang tidak berawal dan tidak berakhir atau pembalikan periodik (Herakleitos, pengikut Pythagoras, filsafat Timur). Lebih beiakangan Nietzsche berbicara mengenai “pengulangan abadi peristiwa-peristiwa yang sama”. Dengan ini is maksudkan bukan hanya pembalikan periodik dunia secara ke- seluruhan, melainkan juga semua situasi partikularnya, termasuk pengalaman-pengalaman manusia.

Incoming search terms:

  • pengertian dunia
  • arti dunia
  • definisi dunia
  • pengertian dari dunia
  • apa arti dunia
  • apa pengertian dunia
  • arti dari dunia
  • pengertian tentang dunia
  • apa arti dunia dan definisinya
  • Apa pengertian dari dunia satu berhubungan dengan dunia lain ?

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian dunia
  • arti dunia
  • definisi dunia
  • pengertian dari dunia
  • apa arti dunia
  • apa pengertian dunia
  • arti dari dunia
  • pengertian tentang dunia
  • apa arti dunia dan definisinya
  • Apa pengertian dari dunia satu berhubungan dengan dunia lain ?