Advertisement

EGO

Latin: ego (aku, saya). Ego berarti “diri individual”.

Advertisement

Bagaimanapun pemahamannya, umumnya diri atau ego dipandang sebagai harmoni pemfungsian tubuh, suatu entitas dalam dirinya sendiri, atau sebagai forma tubuh. Dalam pemikiran Timur, ego dilihat sebagai sebuah ilusi akibat salah penglihatan.

1. Jiwa (diri, ego) sebagai harmoni pemfungsian tubuh muncul di kalangan ahli fisika Pythagorean yang kemudian, dan dalam kaum Sofis. Dalam Phaedo Socrates menolak paham semacam ini. Inilah pandangan yang paling cocok dengan naturalisme atau materialisme. Teori agregat Budhisme serupa dengan konsepsi ini, kendati lebih subtil. Pembagian Freud atas id, ego, dan super-ego juga termasuk kategori ini.

2. Jiwa sebagai suatu entitas tersendiri merupakan konsepsi semua pandangan dualistik dan idealistik Barat, konsepsi dan kebanyakan agama-agama besar termasuk Hinduisme, Jainisme, dan konsepsi filsafat-filsafat yang berkaitan dengan agama-agama ini. Bagi Kant dan Husserl, kesadaran empiris kita adalah suatu entitas, tetapi dengan implikasi-implikasi transendental.

3. Jiwa sebagai forma tubuh merupakan ajaran Aristoteles dan Thomas. Setidaknya dalam pengertian Aristoteles, jiwa sebagai forma bukanlah suatu entitas tersendiri. Meskipun demikian, jiwa berfungsi sebagai pengatur, pengarah dan bukan merupakan harmoni tubuh.

4. Jiwa atau ego empiris sebagai sesuatu yang khayal belaka diilustrasikan secara luas dalam pemikiran Timur. Dalam Yoga, misalnya, hilangnya pengertian menyingkapkan diri (ego) yang adalah satu dengan Brahman.

Incoming search terms:

  • pengertian dari ego
  • arti dari ego
  • pembagian ego
  • apa arti dari ego

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian dari ego
  • arti dari ego
  • pembagian ego
  • apa arti dari ego