Advertisement

EMPIRISME

Inggris: empiricism; dari Yunani empeiria, empeiros (berpengalaman dalam, berkenalan dengan, terampil untuk). Latin: experiential (pengalaman).

Advertisement

1. Empirisme adalah doktrin bahwa sumber seluruh pengetahuan harus dicari dalam pengalaman. Salah satu teon mengenai asal pengetahuan. Biasanya bertolak belakang dengan rasionalisme. Yang disebut terakhir ini beranggapan bahwa akal merupakan sumber pengetahuan satu-satunya, setidaknya yang primer.

Kebanyakan filsuf mengakui pentingnya pengalaman maupun akal. Maka, filsuf-filsuf empiris adalah mereka yang memberikan tekanan lebih besar pada pengalaman dibandingkan filsuf-filsuf lain.

2. Pandangan bahwa semua ide (gagasan) merupakan abstraksi yang dibentuk dengan menggabungkan apa yang dialami.

3. Pengalaman inderawi adalah satu-satunya sumber pengetahuan, dan bukan akal/rasio.

4. Semua yang kita ketahui pada akhirnya bergantung pada data inderawi. Semua pengetahuan turun secara langsung dari, atau disimpulkan secara tidak langsung dari, data inderawi (kecuali beberapa kebenaran definisional logika dan matematika).

5. Akal budi sendiri tidak dapat memberikan kita pengetahuan tentang realitas tanpa acuan pada pengalaman inderawi dan penggunaan pancaindera kita. Informasi yang disediakan oleh indera kita, berguna sebagai fundamen semua ilmu pengetahuan. Akal budi mendapat tugas untuk mengolah bahan- bahan yang diperoleh dari pengalaman. Metode yang diterapkan ialah induksi.

6. Empirisme sebagai filsafat pengalaman, mengakui pengalaman sebagai satu-satunya sumber pengetahuan. Aliran filsafat ini gagal melihat bahwa pengalaman hanya mungkin berkat adanya pengandaian kondisi yang tidak termasuk pengalaman.

Incoming search terms:

  • arti empirisme

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • arti empirisme