Advertisement

EPIFEMOMENALISME

Inggris: epiphenomenalism; dari Yunani e/u (sisi, pinggir) dan phainomenon (tampakan); jadi, “tampakan pinggir atau sisi luar” atau “tampakan secara kebetulan”.

Advertisement

1. Ajaran bahwa kesadaran merupakan efek insidental proses-proses saraf dan bukan suatu sebab. Kesadaran (pikiran) adalah suatu epifenomen (hasil ikutan, akibat), yang disebabkan oleh proses serebral (otak) tertentu.

2. Kesadaran tidak mempengaruhi tubuh akan tetapi berada sebagai keadaan netral pasif.

3. Demikian pula keadaan sadar yang satu tidak mempengaruhi keadaan sadar lainnya.

4. Analogi yang biasa diberikan di dalam epifenomenalisme: Sebagaimana tubuh menimbulkan bayangannya, dan bayangan tidak mempunyai pengaruh kausal atas tubuh atau atas bayangan-bayangan lain, demikian juga otak menimbulkan kesadaran, tetapi kesadaran tidak dapat mempengaruhi otak. Sebagaimana lokomotif menghasilkan uap atau asap, yang tidak mempunyai pengaruh begitu saja atas lokomotif, demikian pula tubuh menghasilkan kesadaran yang tidak mempunyai hubungan kausal dengan sumbernya di dalam proses otak.

5. Dikatakan pula, jiwa tidak merupakan fenomen sekunder yang menyertai proses-proses kejasmanian manusia. Dikatakan, satu- satunya unsur yang kita temui bila menyelidiki proses-proses kejiwaan ialah syaraf-syaraf kita. Kesadaran manusia semata- mata merupakan hasil sampingan dari proses-proses syaraf. Kesadaran sebagai kesadaran tidaklah berpengaruh terhadap proses- proses tersebut. Hal itu bagaikan hubungan nyala cahaya dengan hangatnya pijar bola lampu listrik. Perlu diperhatikan, ada perbedaan antara “jiwa sebagai proses-proses syaraf” dan “jiwa sebagai hasil sampingan dari proses-proses syaraf”. Perbedaan itu bisa dianalogikan bila kita mengatakan “cahaya itu listrik” dan “cahaya merupakan akibat arus listrik”. Proses- proses kejiwaan, khususnya kesadaran hendaknya dipandang sebagai “nyala” yang berasal dari proses-proses syaraf.

Incoming search terms:

  • epifemomenalisme
  • pengertian tentang epiphenomenon

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • epifemomenalisme
  • pengertian tentang epiphenomenon