Advertisement

FENOMENOLOGI

Inggris: phenomenology.

Advertisement

A. Arti luas: ilmu tentang fenomen-fenomen atau apa saja yang tampak. Dalam hal ini fenomenologi merupakan sebuah pendekatan filsafat yang berpusat pada analisis terhadap gejala yang membanjiri kesadaran manusia.

B. Arti sempit: ilmu tentang gejala yang menampakkan diri pada kesadaran kita.

1. Istilah ini diperkenalkan oleh J.H. Lambert tahun 1764, untuk menunjuk pada Teori Penampakan. Teori ini, bersama dengan teori kebenaran, logika dan semiotika, merupakan empat disiplin filosofisnya. Semenjak Lambert istilah ini sudah dipakai dalam beraneka macam kaitan.

2. Kant menamakan bagian keempat dan karyanya yang berjudul Metaphysical Principles of Natural Science sebagai Phenomenology. Bagian ini menguraikan gerak dan diam sebagai karakteristik umum yang menandai setiap gejala. Kant memerlukan studi fenomenologi tentang pembedaan antara dunia inderawi dan dunia intelijibel guna mencegah kekacauan metafisis antara keduanya.

3. Hegel dalam Phenomenology of the Spirit merinci tahap-tahap yang memungkinkan manusia Barat naik kepada tingkat akal budi universal.

4. William Hamilton memerlukan sebuah fenomenologi empiris tentang roh manusia sebagai titik berangkat pengetahuan obyektif.

5. Eduard von Hartmann menggunakan istilah fenomenologi sebagai sinonim survai Dikatakannya, fenomenologi tentang praktek moral sebaiknya mendahului kesimpulan-kesimpulan filosofis dalam kaitan dengan prinsip-prinsip moral.

6. Husserl adalah tokoh yang memperlihatkan pemakaian standar istilah ini. Orang mendekati studi pengurungan (meletakkan dalam tanda kurung sebagai sikap awal dalam mendekati) persoalan eksistensi sambil menggali “esensi-esensi” setiap fenomen.

7. Max Scheler menerapkan metode fenomenologis pada pen- jelasan terhadap hakikar nilai.

8. Heidegger belajar di bawah bimbingan Husserl, tetapi mengarahkan analisis fenomenologisnya sendiri kepada penemuan kembali makna Being melalui pengertian hakikat manusia.

9. Sartre menggunakan An Essay in Phenomenological Ontology (Ontologi Fenomenologis) sebagai subjudul karya utamanya Being and Nothingness. Dengan demikian, ungkapan ini mensinyalir baik hubungannya dengan fenomenologi maupun pengaruh Heidegger. Analisis Sartre bergerak dari analisis tentang situasi manusia kepada ontologi.

10. Merleau-Ponty mengetengahkan pendekatan fenomenologis yang merupakan campuran tekanan fenomenologi Husserl dengan tekanan Psikologi Gestalt. Alhasil, muncul fenomenologi persepsi yang, pada hemat Merleau-Ponty, mampu berhubungan dengan dunia real.

Incoming search terms:

  • pengertian phenomenology
  • apa yang dimaksud dengan phenomenological model
  • Apa itu phenomenology
  • pengertian fenomonolohical
  • arti phenomenology
  • Pengertian fenomenologikal
  • pengertian phenomelogy
  • arti dari phenomenology dan etimologi
  • phenomenology arti
  • pengertian fenomenologi

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian phenomenology
  • apa yang dimaksud dengan phenomenological model
  • Apa itu phenomenology
  • pengertian fenomonolohical
  • arti phenomenology
  • Pengertian fenomenologikal
  • pengertian phenomelogy
  • arti dari phenomenology dan etimologi
  • phenomenology arti
  • pengertian fenomenologi