Advertisement

Filsafat Arab

Filsafat Arab adalah kumpulan ajaran filosofis yang dikembangkan dalam Abad Pertengahan oleh para pemikir Timur Tengah yang menganut agama Islam dan menulis dalam bahasa Arab. Dalam abad ke-9 orang-orang Arab mengenal baik sejumlah besar warisan ilmu alam, maupun filsafat alam Yunani kuno dan Roma kuno. Mereka sangat gemar akan filsafat Aristoteles dan pengaruh abadi filsafat Aristoteles dalam masalah-masalah ilmu alam dan logika. Bagaimanapun juga, asimilasi filsafat Aristoteles terjadi lewat pengetahuan tentang karya-karya para komentator filsafat Aristoteles. Mereka ini termasuk aliran- aliran Neoplatonis di Athena dan Alexandria. Aristotelianisme yang dipengaruhi Neoplatonisme membentuk basis teori-teori yang berkembang selaras dengan aliran terkemuka dalam filsafat Arab Abad Pertengahan, yakni Peripatttisme Timur Tengah. Ada yang berpendapat aliran ini didirikan oleh al-Kindi, seorang filsuf yang pertama-kali menggunakan dan mempopulerkan konsepsi pokok Aristotelianisme. I’erkembangan lebih lanjut dari Penpatetisme Timur berkaitan dengan al-Farabi (870 — 950) dan Ibn Sina. Keduanya, tidak seperti al-Kindi, memaparkan keabadian dunia.

Advertisement

Al-Farabi dan Ibn Sina mempertahankan pendapat bahwa, gejala kosmik dan alamiah tidak tergantung pada Penyeleng- garaan Allah, karena pengetahuan Allah hanya mencakup yang universal, bukan yang singular. Menurut Ibn Sina, universalia (gagasan-gagasan umum) memiliki tiga jenis keberadaan yakni keberadaan dalam rasio ilahi, dalam benda, dan dalam akal budi manusia. Materi ditakdirkan hanya untuk menerima bentuk-bentuk, bukan dari dalam dirinya sendiri melainkan menerimanya dari luar. “Pcmberi bentuk” bagi “dunia di bawah bulan” adalah apa yang dinamakan rasio aktif, yang juga me- lahirkan jiwa manusia yang tidak dapat mati. Tujuan tertinggi manusia ialah mengenal rasio aktif ini.

Peripatetisme dari al-Farabi dan Ibn Sina berjalan sejajar dengan perkembangan kecenderungan filosofis tertentu yang bertentangan dengan Islam ortodoks. Kecenderungan ini terutama diwakili sebagaimana disajikan, khususnya, oleh apa yang disebut organisasi rahasia Saudara-saudara Murni. Bentuk lain dari oposisi terhadap Islam ortodoks, maupun terhadap filsafat rasionalistis, adalah kecenderungan mistik dari kaum sufi. Ajaran teosofis kaum sufi meremehkan pengaruh gnostisisme, Neoplatonisme dan beberapa agama Timur.

Ajaran-ajaran ini didasarkan pada keyakinan akan kemungkinan merenungkan yang ilahi dan peleburan manusia dengan yang ilahi, serta manusia yang bebas dari belenggu dunia material. Wakil dari ilmu Kalam (teologi rasional) belakangan Kaum Mutakallim, yakni para pengikut al-Ashari (874 — 935), melibatkan diri dalam apologetika Islam dengan bantuan ar- gumen rasional. Untuk membuktikan dogma tentang Penyelenggaraan, Penciptaan dunia dan kemungkinan adanya mukjizat, mereka menggunakan teori atomistik. Al-Ghazali (1059 – 1111) merupakan wakil aliran religius-idealis; dia mengritik unsur naturalis dan rasionalis dalam filsafat kaum Peripatetik limur dengan mengadakan sintesis atas konsepsi kaum Mutakallim dan kaum Sufi.

Filsafat Arab kemudian berkembang di Andalusia dan Afrika Utara. Di sana aliran Peripatetik Timur Tengah diwakili oleh Ibn Tufail (1110— 1185) dan Ibn Rushd (Averroes). Karya Ibn Rushd merupakan puncak filsafat Arab Pertengahan. Ibn Rushd tidak hanya memurnikan ajaran Aristoteles dari pengaruh Neoplatonisme, tetapi juga menciptakan suatu sistem yang independen yang condong ke arah panteisme naturalis. Ibn Rushd memperkuat keunggulan rasio atas iman dan menentang ahli- ahli teologi untuk teriibat dalam masalah filosofis. Pada saat yang sama dia mengajak para filsuf untuk tidak menyebarluaskan ajaran mereka kepada khalayak ramai karena ini dapat menggoyahkan keyakinan religius dan prinsip-prinsip moral.

Pada abad selanjutnya terjadi perpaduan antara teologi dogmatik dan mistisisme dalam kehidupan rohani umat Islam di dunia Timur. Dikatakan, pada saat terakhir abad ke-19 terdapat perjuangan melawan kecondongan ini. Suatu kekecualian ialah karya-karya Ibnu Khaldun (1332— 1406). Ia orang pertama yang meminta studi mengenai keteraturan umum fenomen sejarah. Ibn Khaldun dikenal sebagai orang yang menciptakan teori sosiologi sendiri.

Incoming search terms:

  • filsafat arab
  • apa itu filsafat arab
  • filsafat di arab
  • filsafat arab kuno
  • filsafat arab adalah
  • bagaimana filsafat arab
  • arti filsuf arab
  • arti filsafat arab
  • arti dari athena alexandria
  • teori alamiah menurut orang arab

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • filsafat arab
  • apa itu filsafat arab
  • filsafat di arab
  • filsafat arab kuno
  • filsafat arab adalah
  • bagaimana filsafat arab
  • arti filsuf arab
  • arti filsafat arab
  • arti dari athena alexandria
  • teori alamiah menurut orang arab