Advertisement

Filsafat India

Filsafat India dibangun di atas salah satu peradaban yang tertua di dunia. Tradisi-tradisinya, yang berawal dari abad-abad 15 — 10 SM, sampai kini masih dipertahankan. Filsafat India umumnya dibagi dalam empat periode: a) Periode Veda; b) Periode Klasik, atau Periode Budha Brahman, dari abad 6 SM hingga abad 10 M; c) Periode Post-Klaslk, abad 10 — 18; d) Filsafat India baru dan modern.

Advertisement

Tonggak paling awal dari pemikiran India, Veda, bersama dengan himne-himne bagi sejumlah dewa, memuat konsep tentang tata dunia yang satu. Kitab-kitab Upanishad adalah komentar atas kitab-kitab Veda. Kitab-kitab itu berisi gagasan yang sebagian besar dibentuk dalam perkembangan Filsafat India kemudian hari. (Misalnya, kesatuan substansi rohani integral dengan jiwa individual; kebakaan jiwa yang mengalami reinkarnasi sesuai dengan hukum karma, atau retribusi.)

Ajaran-ajaran Upanishad, sebagaimana ajaran-ajaran religius idealistis lain, merefleksikan pandangan kaum materialis dan ateis yang menyangkal otoritas Veda dan kehidupan jiwa setelah mati. Upanishad menganggap salah satu unsur material sebagai dasar pertama dunia.

Dalam periode klasik, filsafat India berkembang di bawah pengaruh Veda dan Upanishad. Sejak awal Abad Pertengahan Filsafat India menjadi suatu tradisi yang membagi semua aliran filsafat ke dalam filsafat ortodoks dan non-ortodoks. Yang ortodoks mengakui otoritas Kitab-kitab Veda, sedangkan yang non-ortodoks menolak ketidaksesatan kitab-kitab Veda. Aliran ortodoks yang pokok ialah Mimansa, Sankhya, Yoga, Nyaya, Vaiseshika, dan Vedanta. Yang termasuk aliran non-ortodoks adalah Budhisme, Jainisme dan sejumlah aliran materialis dan ateis. Yang paling luas tersebar adalah Charvaka. Meskipun mempunyai dasar historis, pembagian ini menyembunyikan dorongan utama yang sebenarnya dari filsafat: yaitu pergumulan antara materialisme dan idealisme. Baik Budhisme maupun sumber-sumber “ortodoks” sangat menentang aliran-aliran materialis.

Shankara, filsuf Vedanta yang paling terkemuka, dengan lantang mengecam baik ide-ide materialis dari aliran Sankhya maupun Vaiseshika. Ia menjauhkan dirinya dari aliran Nyaya yang mengutamakan akal sehat. Sebaliknya ia mendekatkan dirinya pada aliran-aliran idealis dan mistik. Di dalam batas Budhisme, aliran-aliran idealis menentang ajaran-ajaran mate¬rialis kaum Theravada dan Sarvastivada.

Pertentangan tajam antara aliran-aliran filosofis yang berbeda menimbulkan seni debat dan ilmu tentang sumber-sumber pengetahuan dan pengetahuan autentik, yaitu logika. Keterangan pertama tentang logika India dapat dikumpulkan dari sumber- sumber Budhisme awal (abad 3 SM). Berikutnya, logika di- perluas dalam aliran Nyaya dan kemudian dalam risalah-risalah ahli logika Budhisme, yaitu Dignada, Darmakrti, dan Iain-lain.

Menjelang akhir periode klasik, Jainisme kehilangan penga- ruhnya, sedangkan Budhisme diasimilasikan oleh Hinduisme. Pada kurun waktu ini sistem-sistem Siva dan Vishnu yang merupakan aliran atau bagian Hinduisme, mulai berkembang.

Mereka mengajarkan bahwa Brahman yang diajarkan dalam Upanishad adalah Dewa Siva, atau Vishnu. Tancrisme dan Shaktisme tersebar sejak abad ke-5 sampai ke-7.

Karena pengaruh Islam, muncullah ajaran-ajaran monoteistis dalam abad ke-10. Pada abad ke-19 filsafat di India berkembang karena pengaruh perjuangan pembebasan nasional rakyat melawan penguasa Inggris.

Incoming search terms:

  • filsafat india
  • pengertian filsafat india
  • penjelasan singkat tentang filsafat india
  • definisi filsafat india
  • pengertian jiwa menurut filsafat india
  • pengertian filsafat menurut india
  • ortodoks dan non ortodoks di filsafat india
  • jelaskan filsafat india
  • arti nonortodoks
  • arti materialistis dalam india

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • filsafat india
  • pengertian filsafat india
  • penjelasan singkat tentang filsafat india
  • definisi filsafat india
  • pengertian jiwa menurut filsafat india
  • pengertian filsafat menurut india
  • ortodoks dan non ortodoks di filsafat india
  • jelaskan filsafat india
  • arti nonortodoks
  • arti materialistis dalam india