Advertisement

Filsafat Jerman Klasik

Filsafat Jerman Klasik merupakan tahap dalam perkembangan filsafat, yang diwakili oleh ajaran Kant, Fichte, Schelling, Hegel dan Feuerbach. Filsafat Jerman Klasik muncul pada abad ke-18 — paruh pertama abad ke-19. Ada pandangan tertentu bahwa munculnya Filsafat Jerman Klasik adalah pengaruh dari revolusi Inggris dan Perancis. Sumber-sumber teoritis dari Filsafat Jerman Klasik mencakup prestasi-prestasi yang terbesar dari pengalaman rohani sebelumnya dari umat manusia, khu- susnya, gagasan yang diwariskan dari Pencerahan Perancis dan Jerman; rasionalisme Descartes, Spinoza, Leibniz; jalur materialis dalam filsafat (F. Bacon, Hobbes, Spinoza, Gassendi, dan orang- orang lain).

Advertisement

Filsafat Jerman Klasik diwakili oleh semua aliran utama dalam filsafat: dualisme (Kant), idealisme subyektif (Fichte), idealisme obyektif (Schelling, Hegel), dan materialisme (Feuerbach). Di antara berbagai pandangan posisi filosofis utama, Filsafat Jerman Klasik merupakan suatu tahap yang utuh serta relatif independen dalam perkembangan filsafat. Semua sis- temnya secara logis menyusul satu dari yang lain. Misalnya, kontradiksi dalam sistem filosofis Kant — afirmasi “benda- dalam-dirinya-sendiri” yang ada secara obyektif dan negasi terhadap kemungkinan pengenalannya — mendatangkan usaha yang dilakukan Fichte untuk mengatasi kontradiksi ini dalam kerangka idealisme subyektif, dan kemudian kerangka idealisme obyektif dari Schelling dan Hegel, yang skema-skema filosofis- nya didasarkan pada pnnsip identitas dari subyek dan obyek hal yang ideal dan hal yang real atau nyata.

Menurut Hegel, realitas sudah berkaitan dengan konsep, kategori dan hukum-hukumnya yang diambil dalam gerakan dan perkembangan dirinya, yang memungkinkan dia untuk meramalkan dialektika obyek-obyek dalam dialektika konsep- konsep. Sementara itu, idealisme Hegel, absolutisasi pikirannya dan sejarahnya, yaitu ketertutupan pikiran pada dirinya sendiri, akhirnya menimbulkan kesalahan fundamental atas sistemnya perkembangan dialektik secara esensial berubah ke dalam suatu perkembangan sirkular.

Feuerbach, yang melontarkan kecaman terhadap idealisme Hegelian, menolak ide mutlak dan dialektika perkembangan rohani umat manusia. Dia mereduksi pikiran, kesadaran ke kontemplasi inderawi, dan hakikat manusiawi ke basis inderawi aiamiah. Ditinggalkannya gagasan perkembangan oleh Feuerbach dan adanya unsur kontemplasi dalam materialismenya menyebabkan dia tidak taat asas. Ketidaktaatasasan ini terungkap dalam suatu interpretasi sejarah yang bersifat idealis. Seluruh perkembangan Filsafat Jerman Klasik memperlihatkan bahwa pemahaman dunia dan manusia yang sangat komplit, yang pada asasnya ilmiah dan filosofis, hanya mungkin atas suatu dasar materialis dengan menggunakan semua prestasi Filsafat Jerman Klasik khususnya dialektikanya. Justru keadaan inilah yang menjadikan Filsafat Jerman Klasik salah satu sumber dari Marxisme.

Incoming search terms:

  • filsafat jerman
  • sejarah filsafat jerman
  • pengertian filsafat klasik
  • pengertian filosof klasik
  • pengertian dari tahap klasik
  • pengaruh filsafat jerman
  • filsafat modernisasi jerman
  • filsafat jerman com
  • filsafat jerman adalah
  • filsafat di jerman

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • filsafat jerman
  • sejarah filsafat jerman
  • pengertian filsafat klasik
  • pengertian filosof klasik
  • pengertian dari tahap klasik
  • pengaruh filsafat jerman
  • filsafat modernisasi jerman
  • filsafat jerman com
  • filsafat jerman adalah
  • filsafat di jerman