Advertisement

GAYA

Inggris: force; dari Latin fortii (kuat).

Advertisement

Dalam fisika, istilah itu menunjuk pada penyebab percepatan dalam gerakan benda-benda material.

1. Aristoteles menjadikan gerak di tempat, lokomosi, gerak primer. Berdasarkan itu, ia cenderung menafsirkan gaya dalam konteks mekanis, yang memerlukan kontak di antara benda-benda. Pada hematnya, terdapat hubungan proposisional Iangsung antara gaya, waktu, dan jarak. Pandangan ini amat besar pengaruhnya, dan setelah lama sekali baru diajukan pandangan- pandangan alternatif.

2. Abad ke-14 Bradwardine menemukan kesulitan matematis dalam pandangan Aristoteles ketika gaya dan resistensi adalah sama.

3. Kurang lebih pada waktu yang sama Buridan kelihatannya telah mengantisipasikan konsepsi modern tentang gaya. Ia menganggap gaya sebagai daya atau kekuatan yang meresapi ruang, yang sanggup mempengaruhi benda-benda yang berjauhan.

4. Kepler meninggalkan konsepsi Pythagorean dan Platonis. Baginya, gaya dapat bergerak dari jauh, kendati kekuatannya berkurang seiring dengan pertambahan jarak.

5. Galileo mengkaji interelasi matematis gerak dan gaya. Berat dianggapnya sebagai suatu gaya berlanjut yang ditarik ke pusat bumi.

6. Tiga hukum gerak yang dikemukakan oleh Newton, yang diterapkan pada ide gravitasi (gaya berat, daya tarik), menuntut suatu konsepsi gaya yang bekerja bukan karena kedekatan melainkan dari jauh. Konsepsi ini terkadang dikualifikasikan dengan pandangan bahwa tindakan melalui ether memuat paham kedekatan.

Advertisement