Advertisement

HUKUM

Istilah ini berkaitan dengan filsafat dalam banyak cara. Pembedaan pokok adalah antara arti deskriptif dan arti preskriptif penggunaan istilah itu.

Advertisement

 

A. Dalam arti deskriptif, “hukum” berarti “hukum alam”. Dengan “hukum alam” dimaksudkan hubungan tetap yang ditemukan dalam fenomen-fenomen oleh penelitian ilmiah, dan dengan begitu diandaikan berlangsung di dunia natural.

1. Implikasi-implikasi hukum dalam arti ini dikaji di dalam disiplin Filsafat Sains.

2. Bagi Peirce, hukum-hukum alam harus dijelaskan oleh suatu segi tetap dari alam raya. Hukum-hukum itu berkembang, dan tidak menghapuskan kebetulan.

3. Hukum-hukum deskriptif, yang diterapkan pada masyarakat dalam sejarah, sering dianjurkan. August Comte mengembangkan suatu hukum perkembangan budaya, yang dinamakan Hukum Tiga Tahap. Menurut hukum itu, kebudayaan harus dan pasti melalui tahap-tahap teologis dan metafisis dan kemudian tahap pemikiran ilmiah.

 

B. Ada beberapa arti bila kita bicara tentang hukum-hukum preskriptif.

1. Hukum Pemikiran — identitas, kontradiksi, dan tiadanya jalan tengah — bersifat preskriptif dalam arti tertentu.

2. Etika merupakan disiplin preskriptif, dan adakalanya digunakan “hukum moral”. William Ockham, misalnya, menganggap hukum moral tergantung pada kehendak Allah.

3. Kalau hukum alam deskriptif, hukum sipil preskriptif. Plato melihat hukum sebagai disposisi (kecondongan) akal budi, yang mengatur semua hal menurut kodratnya. Thomas Aquinas membedakan empat bentuk hukum preskriptif: hukum positif, hukum negara, hukum alam (kodrat), dan hukum kekal. Pembedaan-pembedaan ini berawal dari Aristoteles dan dikembangkan oleh kaum Stoa, Grotius, Hobbes, Locke, dan Montesquieu.

4. Doktrin hukum alam amat luas, dan berurusan dengan alternatif bahwa mungkin terdapat suatu kode natural yang mesti ditaati oleh hukum positif.

 

C. Filsafat Hukum merupakan sebuah disiplin modern. Tugasnya menganalisis konsep-konsep preskriptif yang berkaitan dengan jurisprudensi.

1. Kelsen mendekati Filsafat Hukum selaku seorang positivis, dengan membentangkan suatu “teori hukum murni”.

2. Miguel Reale menyajikan sebuah filsafat hukum yang dinamakan “historisisme ontognoseologis kritis”.

3. Hart mengkaji tradisi Wittgenstein dan Austin. Hukum ditafsirkannya sebagai suatu fusi dua perangkat kaidah: Kaidah pertama yang menetapkan kewajiban, dan kaidah kedua yang menyangkut pengakuan dan penyesuaian kaidah pertama.

Incoming search terms:

  • contoh disiplin hukum deskriptif dan preskriptif
  • hukum preskriptif
  • implikasi hukum adalah
  • implikasi hukum itu apa?
  • implikasi menurut hukum
  • pengertian hukum preskriptif
  • preskriptif hukum adalaj

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • contoh disiplin hukum deskriptif dan preskriptif
  • hukum preskriptif
  • implikasi hukum adalah
  • implikasi hukum itu apa?
  • implikasi menurut hukum
  • pengertian hukum preskriptif
  • preskriptif hukum adalaj