Advertisement

ILUMINASI

Inggris: illumination; dari bahasa Latin illuminate (rnenerangi).

Advertisement

Dalam sejarah filsafat baik kebenaran maupun Allah sering diuraikan sebagai terang, dan tidak jarang ketiganya semua dipadukan ke dalam konsep tunggal. Penerangan intelek, jiwa atau batin biasanya digambarkan sebagai sebuah cahaya yang datang tiba-tiba, sebuah cahaya insight (pemahaman) atau pengertian.

Pandangan Beberapa Filsuf

1. Bayangan Plato terhadap gua merupakan satu sumber hubungan kebenaran dengan terang. Bukan hanya manusia dalam kegeiapan dalam keadaan alamiahnya, tetapi dunia kebenaran diliputi terang. Dengan pancaran iluminasi (terang) yang tak terduga kita menemukan kepingan-kepingan kebenaran.

2. Stoisisme merupakan sumber lain. Menurutnya, pada manusia terdapat percikan akal universal. Namun demikian, akal budi universal tidak digambarkan sebagai terang, melainkan sebagai api, unsur pokok segala sesuatu.

3. Dalam Neoplatonisme umumnya terang dipandang sebagai unsur fisis maupun spiritual. Interpretasi ganda macam ini ditemukan pada Proclus, Pseudo-Dionysius, dan William Moerbeke, Witelo, dan Robert Grosseteste.

4. Agustinus mengidentikan Allah sebagai terang dari semua sumber yang disebutkan di atas. Dalam diri manusia ia menemukan terang dan cahaya yang menuntun orang kepada Allah. Sementara itu Bonaventura yakin bahwa iluminasi ilahi meng- antar kita kepada norma-norma dan akhirnya kepada Allah. Iluminasi, dalam epistemologi Agustinus dan Fransiskan abad ke-1 (misalnya, Bonaventura), diyakini sebagai pengaruh ilahi istimewa yang terjadi dengan menghasilkan pengetahuan niscaya, universal dan pasti dalam manusia. Sebagaimana di dalam menghasilkan pengetahuan inderawi, masih harus ada suatu terang, disertai kekuatan indera dan pengaruh kehadiran tubuh, demikian pula untuk menyempurnakan pengetahuan rohani (yang ditandai kepastian mutlak, keniscayaan dan ke- universalan), harus ada iluminasi atau terang rohani, diiringi kekuatan akal budi dan presentasi obyek melalui persepsi inderawi. Di dalam iluminasi atau radiasi cahaya rohani ini, melalui semacam visi mengenai rationes aetemae (prinsip-prinsip kekal), manusia tampil berhubungan dengan Allah sendiri, kebenaran kekal yang tidak berubah. Namun visi ini tidak sama dengan pengertian yang dimiliki Allah, seperti terjadi di sur- ga, pun pula tidak diambil dalam pengertian ontologisme. Menurut Aristotelisme kekuatan agen intelek untuk pengetahuan jenis ini tidak cukup, sementara bagi Thomas Aquinas cukup.

5. Menurut pandangan-pandangan yang lebih kemudian sesudah Agustinus, iluminasi yang dibicarakan dalam Agustinianisme hanya merupakan terang iman adikodrati.

Incoming search terms:

  • iluminasi
  • pengertian iluminasi
  • arti iluminasi
  • iluminasi adalah
  • pengertian luminasi
  • definisi iluminasi
  • luminasi
  • pengertian illuminasi
  • pengertian luminansi
  • definisi luminasi

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar,

Incoming search terms:

  • iluminasi
  • pengertian iluminasi
  • arti iluminasi
  • iluminasi adalah
  • pengertian luminasi
  • definisi iluminasi
  • luminasi
  • pengertian illuminasi
  • pengertian luminansi
  • definisi luminasi