Advertisement

IMANENSI

Inggris: immanence. Dalam arti tidak melampaui, imanensi berarti lawan dari trasendensi. Kata imanensi ini dapat dipergunakan dalam berbagai macam cara yang berbeda.

Advertisement

1. Istilah ini telah dipakai dalam hubungan dengan tindakan, prinsip dan, dalam beberapa ajaran, hubungan antara manusia dan Allah.

2. Dalam epistemologi, imanensi berarti ketergantungan pada kesadaran. Karena itu obyek tidak merupakan sesuatu yang independen yang mentransendir atau mengatasi tindakan mengetahui. Sebaliknya obyek ditegaskan oleh tindakan mengetahui. Obyek senantiasa berada dalam bidang tindakan mengetahui sedemikian rupa sehingga satu-satunya eksistensi ialah eksistensi pikiran.

Pandangan ini dibela oleh filsafat imanensi atau idealisme epistemologis (eksistensi sepadan dengan gagasan atau dengan yang dipikirkan). Tentunya, para pendukung filsafat ini umumnya tidak menyatakan bahwa obyek berasal dari kesadaran mutlak yang merangkum segala sesuatu atau bersifat transendental. Oleh karena itu, meski pada mulanya obyek kelihatannya transenden tetapi akhirnya hanya imanen. Di dalam semua ini terdapat suatu unsur kebenaran: pengetahuan mutlak serta ilahi (bersamaan dengan kemahakuasaan ilahi) mendalilkan obyek-obyek yang berhingga. Ini tidak meniadakan obyek- obyek yang nyata. Pengetahuan mutlak serta ilahi itu meletakkan dasar sejati bagi eksistensi real.

3. Dalam kaitan dengan pengalaman insani, imanensi berarti keterbatasan pada bidang-bidang pengalaman yang mungkin terjadi. Demikian ajaran fenomenalisme empiris Hume dan Critique of Pure Reason Kant. Seperti diutarakan oleh kedua orang itu, sikap ini mereduksikan obyek yang dapat dialami pada yang tampak semata-mata. Dan itu merupakan produksi kita.

Dengan nada serupa modernism mengajarkan bahwa agama secara eksklusif terbatas pada pengalaman subyek murni. Dengan demikian diacu arti kedua imanensi. Agak berbeda dengan kauxn modernis, Maurice Blondel berusaha menyoroti transedensi kebenaran religius, melalui kesadaran manusia yang tidak cukup, yang seluruhnya melekat pada dirinya sendiri (Blondelianisme).

4. Menurut pandangan metafisis, imanensi berarti adanya yang absolut dalam dunia atau dalam eksistensi yang terbatas. Imanensi ilahi semacam ini ditegaskan oleh panteisme untuk menentang setiap transedensi. Sebab sistem ini hanya melihat satu jiwa dunia atau sumber dunia yang dalam hubungan dengannya segala yang ada hanya merupakan momen-momen lanjutan. Oleh karena itu, panteisme menyangkal ketakberhinggaan dan kebebasan sejati Allah dan karya penciptaan yang real. Imanensi sejati dunia di dalam Allah dan Allah di dalam dunia tidak menghilangkan trasedensi Allah. Sebaliknya imanensi mengandung transendensi. Allah bersemayam dalam ciptaanNya justru karena ketakberhinggaanNya, sehingga la bahkan tidak kekal lagi seandainya la dapat menciptakan kekekalan itu pada ciptaan.

5. Kita menggunakan imanensi dengan arti yang sama sekali lain manakala kita menggambarkan kehidupan sebagai kegiatan imanen yang dilawankan dengan kegiatan sementara. Dengan ini kita mau mengatakan bahwa kegiatan itu terjadi dan tetap ada di dalam pelaku.

Incoming search terms:

  • imanensi
  • arti imanensi
  • imanen
  • pengertian imanensi
  • imanensi dan transendensi
  • imanensi allah
  • manusia bersifat imanen
  • trasedensi
  • imanensi adalah
  • imanesi

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • imanensi
  • arti imanensi
  • imanen
  • pengertian imanensi
  • imanensi dan transendensi
  • imanensi allah
  • manusia bersifat imanen
  • trasedensi
  • imanensi adalah
  • imanesi