Advertisement

IMPERATIF

Dari Latin imperare (memerintah). Bahasa etika dalam tingkat praktis agak penuh dengan imperatif-imperatif, entah dinyatakan secara positif atau negatif, secara singular atau universal. Banyak dari imperatif ini bersifat hipotetis (jika ingin dihargai, jujurlah).

Advertisement

1. Kant berpendapat bahwa di samping imperatif-imperatif hipotetis, etika memerlukan dan memperlihatkan juga suatu Imperatif kategoris. Apakah ada Imperatif kategoris atau tidak, yang mengikat kita tanpa syarat, harus diserahkan kepada ke- putusan pembaca. Tetapi betul bahwa kebanyakan analisis kontemporer mengubah imperatif-imperatif etis sebagai hipotetis dan prudensial (bijaksana) (Jika ingin sukses, naikkan harga dan jangan turunkan), hipotetis dan aprobatori (Jika Anda jujur, saya akan senang); atau hipotetis dan dnaprobatori (Jika Anda bohong, Anda akan dihukum).

2. Oswalt berbicara tentang Imperatif Energi, yang rupanya bagi dia terletak di dasar etika maupun semua kegiatan praktis.

Advertisement