Advertisement

INDUKSI

Inggris: induction; dari bahasa Latin in (dalam, ke dalam) dan ducere (mengantar). Diterjemahkan pertama kali ke dalam bahasa Latin barangkali oleh Cicero dari istilah Aristoteles epagoge. Pembedaan antara induksi (penalaran yang bertolak dari fakta-fakta khusus ke kesimpulan umum) dan deduksi (penalaran yang bertolak dari premis-premis umum ke kesimpulan khusus) bukan lagi ciri khas filsafat. Pembedaan ini membedakan satu jenis induksi dari satu jenis deduksi. Jauh lebih memuaskan jika menganggap induksi sebagai penalaran probabel (mentak) dan deduksi sebagai penalaran pasti.

Advertisement

1. Penalaran yang berangkat dari suatu bagian suatu keseluruhan, dari contoh-contoh khusus sesuatu menuju suatu pernyataan umum tentangnya; dari hal-hal individual ke hal-hal universal.

2. Pencapaian suatu kesimpulan mengenai semua (banyak) anggota suatu kelompok berdasarkan pernyataan-pernyataan yang hanya mendeskripsikan sebagian anggotanya. Contoh: Semua X yang sudah diamati memiliki ciri Y, maka semua X adalah Y. Kerapkali diyakini bahwa dalam prosedur ini, probabilitas kebenaran generalisasi ini bertambah oleh tiap-tiap contoh yang memverifikasikannya.

3. Suatu bentuk inferensi (penyimpulan) nondeduktif di mana kesimpulan menyatakan sesuatu yang melampaui apa yang telah dikatakan di dalam premis-premis; kesimpulan tidak berasal dari premis-premis menurut keharusan logis.

Advertisement