Advertisement

INTUISIONISME

Intuisionisme menunjukkan kecenderungan untuk mengutamakan intuisi dalam pengetahuan manusia. Umumnya para pembela pandangan ini melebih-lebihkan nilai pengetahuan intuitif atau bahkan mempertalikan dengan manusia cara-cara mengetahui yang melampaui kemungkinan-kemungkinan kodrat manusia. Di sini yang dimaksudkan dengan intuisi bukan intuisi dalam arti biasa, melainkan tindakan-tindakan pengetahuan yang lebih tinggi yang sungguh-sungguh atau diandaikan mendekati kesiapan dan kepenuhan intuisi rohani. Pendekatan semacam ini kurang lebih terjadi dalam pemahaman kreatif mengenai hubungan-hubungan di antara hal-hal, khususnya kadang-kadang pendekatan ini terjadi dalam individu-individu yang mendapat karunia yang tinggi. Namun demikian, sebagian besar, intuisi ini mengandaikan keakraban dengan obyek dalam waktu lama dan melalui pertimbangan, dan karenanya intuisi harus dibenarkan melalui pemikiran metodis.

Advertisement

Ontologisme adalah bentuk khusus intuisionisme. Sistem ini secara keliru mengandaikan bahwa manusia memiliki visi bawaan mengenai Allah. Para pemikir lain, seperti Plato, berbicara mengenai visi rohani yang diandaikan mampu dicapai manusia dengan ide-ide bawaan. Lebih kemudian intuisionisme acap kali dikaitkan dengan irasionalisme karena intuisionisme mengandaikan di dalam manusia suatu penangkapan irasional atau emosional secara langsung terhadap realitas yang suprainderawi (misalnya, Henri Bergson dan Max Scheler).

Intuisionisme muncul pada permulaan tahun-tahun 1920-an dalam kaitan dengan polemik tentang prinsip-prinsip teoritis matematika. Menurut intuisionisme, pemikiran matematis yang tepat/ pasti dilandasi intuisi konstruksi logis. Semua matematika dilandasi intuisi semacam ini. Dan karenanya, objek-objek matematis tidak ada secara terpisah dari pasangan-pasangan logisnya. Untuk menghindari paradoks-paradoks, bukti matematis harus didasarkan bukan atas logika ketat, melainkan atas kejelasan intuitif. Bukti ini benar jikalau seseorang mengerti secara intuitif setiap tahapnya, yang dimulai dari titik-titik keberangkatan dan aturan-aturan penalaran. Itulah sebabnya dapat diterapkannya hukum-hukum logis dan aturan-aturannya pada akhirnya harus diputuskan oleh intuisi juga.

Tetapi intuisionisme tidak mempertentangkan intuisi dengan logika. Intuisionisme yakin, matematika tidak dapat bergantung pada logika. Dan intuisionisme mengembangkan pemahamannya sendiri terhadap logika sebagai bagian matematika, yang memandang dalil-dalil logika sebagai dalil-dalil matematika tentang ciri yang paling umum.

Incoming search terms:

  • intuisionisme
  • pengertian intuisionisme
  • intusionisme
  • intuisisme
  • pengertian intuisisme
  • makalah intuisionisme
  • intuisioniame
  • pengetian intuisonisme
  • intuisionisme filsafat
  • pengertian intuisionisme dalam filsafat

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • intuisionisme
  • pengertian intuisionisme
  • intusionisme
  • intuisisme
  • pengertian intuisisme
  • makalah intuisionisme
  • intuisioniame
  • pengetian intuisonisme
  • intuisionisme filsafat
  • pengertian intuisionisme dalam filsafat