Advertisement

JAINISME

1. Jainisme adalah satu dari sistem heterodoks (bersama dengan materialisme Charvaka) dalam fdsafat India. Jainisme juga merupakan sebuah sistem pluralisme ontologis yang timbul sekitar abad ke-6 sebelum Masehi.

Advertisement

2. Aliran ini berpangkal pada doktrin Yajur Veda, sebagaimana disistematisir oleh Vardhamana, tetapi dengan menggantikan otoritas Veda dengan logika dan pengalaman. Jainisme muncul di wilayah timur, jauh dari Lembah Indus pusat kebudayaan Veda. Di India masih terdapat beberapa pusat kepercayaan ini.

Beberapa Doktrin

1. jainisme didasarkan atas ajaran mengenai esensi-esensi. Dunia dibentuk dari materi pertama atau esensi. Esensi adalah kebenaran fundamental. Di atas kebenaran fundamental inilah pengetahuan dibangun. Dua esensi (hakikat) pokok adalah jiwa (jiva) yang dasarnya adalah kesadaran, dan ajiwa (ajiva) (segala sesuatu yang bukan jiwa).

2. Materi adalah variasi jiwa. Materi memiliki ciri-ciri dapat diraba, dapat didengar (bunyi), dapat dicium (bau), dapat dilihat (warna), dan dapat dirasakan (rasa). Materi bersifat atomis, dapat diamati oleh alat indera, tunduk pada perubahan, tidak berawal dan berakhir, dan bukan hasil penciptaan ilahi. Selain itu juga terdapat materi halus. Materi halus merupakan kondisi-kondisi dan hubungan antara jiwa dan tubuh.

Advertisement