Advertisement

Kalau “perilaku moral” dalam definisi Elwood untuk humaniora di atas boleh diartikan sebagai perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai dasar yang dijunjung tinggi oleh masyarakat manusia beradab, maka ilmu terikat dengan, dan bahkan merupakan bagian dari humaniora. Mengapa demikian? Sebab, ditinjau dari tugas dan tujuannya untuk mencari kebenaran, ilmu sebenarnya dapat dipandang sebagai suatu latihan dalam mencari, meresapkan, dan menghayati nilai-nilai dasar.

Di sini makna “kebenaran” dibatasi pada kekhususan makna “kebenaran keilmuan (ilmiah)”. Kebenaran ini tidak mutlak, dan tidak sama ataupun langgeng, meiainkan bersifat nisbi (relatif), sementara (tentatif), dan hanya merupakan pendekatan. Tegasnya, apa yang dewasa ini kita pegang teguh sebagai kebenaran, senantiasa merupakan hasil jerih payah bertahun-tahun mengembangkan dan menyempurnakan kebenaran lama — kebenaran yang kurang urn urn cakupannya yang sekarang ini pun, mungkin suatu waktu nanti akan ternyata hanya pendekatan kasar saja dari suatu kebenaran yang lebih jati lagi! Yah, bahkan pada waktu itu barangkali kebenaran yang sekarang kita agungkan itu terpaksa tak lebih dari keyakinan yang salah.

Advertisement

Betapa pun baiknya, bagaimana pun gamblang bernalarnya, dan kendati sangat ratah indah suatu teori, ramalan-ramalannya harus tahan uji dan tak tergoyahkan dalam perjalanan menempuh fase validasi. Namun, ini tak berarti bahwa semua pernyataannya dapat ditafsirkan, dicoba dan diuji secara empiris. Tak setiap konsep keiimuan yang terangkum dalam suatu teori harus terkaitkan langsung dengan pengalaman oleh-kandarankandaran (operasi-operasi) yang ditemukan dengan saksama. Suatu teori, dan karenanya juga konsep-konsep yang terkandung di dalamnya, akan diterima sebagai “benar” atau Mbaik” dalam arti bahwa teori itu berguna dalam menyingkapkan tabir yang menutupi sesuatu atau beberapa cercah kecil kebenaran-kebenaran hirap yang ada dalam alam jika ia menyiratkan pertanyaan-pertanya^n yang pada umumnya dapat diuji secara empiris.

Advertisement