Advertisement

KEHENDAK

Inggris: will’, Latin: voluntas; Yunani: boulema.

Advertisement

Istilah ini mengacu kepada suatu potensi, fakultas, atau daya di dalam manusia yang terlibat di dalam pengambilan keputusan. Pandangan bahwa kehendak unggul atas rasio (pikiran) disebut voluntarism. Pandangan bahwa rasio menentukan kehendak dinama- kan intelektualtsme atau rasionalisme. Di samping itu terdapat pandangan-pandangan yang menyediakan suatu keseimbangan antara rasio dan kehendak.

1. Mengetahui din menghendakt merupakan dua bentuk (modus) fundamental kegiatan spiritual. Sebagaimana kegiatan tidak mutlak berarti perubahan dan pengetahuan spiritual tidak mutlak berarti pemikiran diskursif, demikian pula menghendakt tidak mutlak berarti usaha mencapai yang baik yang akan di- capai atau dihasilkan.

2. Kegiatan dasar kehendak ialah afirmasi terhadap nilai atau cinta. Pemenuhan rohani kebaikan yang tidak terbatas, yang tidak berusaha mengejar sesuatu, juga merupakan kehendak.

3. Objek khusus kehendak mutlak adalah nilai mutlak atau kebaikan pada dirinya. Kehendak itu sendiri merupakan suatu keinginan akan sesuatu hanya kalau kebaikan tidak disamakan dengan kehendak atau juga sama sekali tidak dihubungkan dengan kehendak. Karena itu kehendak manusia dapat digam- barkan sebagai kekuatan rohani manusia. Kekuatan rohani ini mengafirmasikan atau mencari nilai-nilai yang diketahui secara rohani.

4. Dan objek khusus kehendak manusia sama dengan objek khusus kehendak mutlak, yaitu, nilai pada dirinya sendiri. Tetapi objek itu dijembatani oleh sitae khusus pengetahuan dan pengertian manusia. Keinginan sensual terbatas pada bidang sempit hal-hal yang memberikan. Sedangkan kehendak mempunyai bidang objek-objek yang tidak terbatas. Memang, kehendak dapat menggerakkan dirinya sendiri pada apa yang kepadanya sedikit banyak tampak sebagai kebaikan. Tetapi karena semua yang-ada sedikit banyak baik, objek kehendak merupakan bidang yang meliputi semua yang ada.

5. Kebaikan dari objek sekaligus berguna sebagai motif bagi kehendak. Kebaikan itu merupakan aspek dari sebab final yang mempengaruhi kehendak dengan perantaraan pengetahuan rohani. Oleh karena itu, kehendak bersumber langsung dalam motif yang diketahui. Kehendak juga Ix-rsumber secara tidak langsung dalam segala sesuatu yang memberikan sumbangan kepada penentuan purusan putusan nilai tentang bagian dari bermacam-macam disposisi dan tingkat jivva. Sebenarnya, setiap aspek kehidupan mental dan emosional manusia terkandung di dalam pengungkapannya tentang nilai-nilai, yaitu, kerangka pikiran, temperamen, kesehatan tubuh, karakter, tipe kepribadian, kompleks-kompleks yang tidak sadar, dan sebagainya. Namun, orientasi kehendak yang tertinggi, kendati terdapat dalam kancah motif-motif yang bertentangan, tetap kegiatan bebas dari kehendak itu sendiri.

6. Objek dari kegiatan kehendak diinginkan karena kebaikannya sedikit banyak memberikan sumbangan bagi penyempurnaan seseorang yang menghendakinya. Apabila terdapat pertanyaan tentang keinginan kuat untuk mencapai suatu tujuan, maka tujuan ini kiranya tidak tampak sebagaimana di sini dan kini tidak dapat dicapai oleh seseorang yang menginginkannya. Karena kehendak tidak bisa secara sungguh-sungguh meng- inginkan yang mustahil, sebagaimana la tidak bisa secara langsung menghendaki kejahatan demi kepentingannya sendiri.

Incoming search terms:

  • pengertian kehendak
  • kehendak sama artinya
  • arti kehendak
  • Apa itu kehendak
  • makna kehendak
  • motif dan kehendak
  • pengertian nilai kehendak
  • istilah suatu kehendak
  • apa yangdi maksud dengan kehendak
  • kehendak itu apa

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian kehendak
  • kehendak sama artinya
  • arti kehendak
  • Apa itu kehendak
  • makna kehendak
  • motif dan kehendak
  • pengertian nilai kehendak
  • istilah suatu kehendak
  • apa yangdi maksud dengan kehendak
  • kehendak itu apa