Advertisement

KEJAHATAN

Inggris: evil, dari Anglo-Saxon yfel. Sebagai lawan dan komplemef kebaikan, istilah ini hampir selalu didefinisikan secara negatif. Kejahatan diuraikan baik dari kaca mata filsafat maupun agama.

Advertisement

1 Menurut Zoroastrianisme dan Manichaeisme, kejahatan merupakan kekuatan dalam alam raya ini yang berperang melawai kebaikan.

2. Di pihak Iain, dari sudut pandang Budhisme, kejahatan ber akar pada keinginan dan kendalinya terletak di dalam peng hapusan keinginan.

3. Di antara para filsuf, Socrates mcngaickan kejahatan dengai ketidaktahuan. Baginya, mustahil untuk manusia mengetahu kebaikan dan gagal melukukannya.

4. Chrysippus, memandang kejahatan sebagai sesuatu yang ber lawanan dengan akal dunia. Dengan demikian kejahatai tampii agak mirip dengan irasionalitas terdalam.

5. Pada Plotinos, kejahatan dipandang sebagai unsur pelengkap prinsip materi yang mau tidak mau harus ada. Dengan be gitu kontras baik-buruk menjadi tidak lain satu aspek dai dualisme pikiran-tubuh atau roh-materi.

6. Porphyry, di sisi lain, menafsirkan kejahatan sebagai tida adanya kontrol oleh prinsip intelijibel, kontrol yang dapat di capai dengan pemurnian (pembersihan).

7. St. Agustinus memaparkan suatu tafsiran ganda atas kejahatar Kejahatan adalah yang-tiada, suatu privasi, dan tiada yang positif. Kejahatan juga suatu konteks yang dilihat dan perspektif yang terbatas.

8. Avicenna beranggapan bahwa kejahatan hanya menyangkut individu dan bukan spesies. Dia mengikuti Agustinus dalam kepercayaan bahwa selalu terdapat suatu perspektif yang lebih besar yang memungkinkan kejahatan dapat dilihat sebagai kebaikan.

9. Chang Tsai memandang kejahatan sebagai berawal dari kenyataan bahwa manusia mempunyai pilihan untuk menyimpang dari jalan tengah; artinya melakukan ekses lewat kebebasan manusia.

10. Problem tanggung jawab Allah atas kejahatan sudah banyak dibahas. Masalah itu sangat menyakitkan bagi Ramanuja. Dia dengan gaya panteistik memandang dunia sebagai bagian Allah. Ia memecahkan masalah itu dengan membatasi kejahatan pada tubuh Allah.

11. William Ockham mendefinisikan kejahatan dalam kerangka kewajiban yang gagal. Kejahatan sama dengan melakukan hal yang lain daripada yang diwajibkan.

12. Leibniz membedakan kejahatan-kejahatan antara lain ke dalam tipe metafisis, fisis, dan moral. Tipe yang pertama berpautan dengan inkomposibilitas hal-hal, yang kedua dengan bencana alam, dan yang ketiga dengan situasi-situasi pilihan.

13. Schelling mengemukakan bahwa kejahatan merupakan prinsip pertama alam raya dan sama sekali tidak bersifat turunan

14. Rashdall adalah salah seorang dari kelompok yang menyelesaikan masalah tanggung jawab Allah atas kejahatan dengan membatasi kekuasaan Allah.

15. Berdyaev melihat kejahatan sebagai berasal dari kebebasan yang merosot.

Incoming search terms:

  • kejahatan terdalam
  • pengertian kebaikan dan kejahatan

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • kejahatan terdalam
  • pengertian kebaikan dan kejahatan