Advertisement

A. Kekeliruan Diksi, Kekeliruan ini meliputi:

1. Kekeliruan Amfiboli: kekeliruan yang terjadi bila kalimat kalimat seseorang memungkinkan kata-katanya ditafsir lebi’ dari satu arti. Contoh: “Dalam keadaan bobrok ia sanggah membeli rumah itu dengan harga murah sekali”. Tafsir yang mungkin terhadap kata “bobrok” itu adalah “ia” atau perekonomian orang itu, atau rumah tersebut.

Advertisement

2. Kekeliruan Aksen: kekeliruan yang terjadi bila perkataan biarkan berubah artinya selama argumen berlangsung seba akibat derajat tekanan yang diberikan. Contoh: “Jangan-jangan dia sudah ada yang punya”.

3. Kekeliruan Ekuivokasi: kekeliruan yang diiakukan bila suatu kata digunakan pertama dalam satu arti dan kemudian dalam arti lain selama argumen berlangsung, yang memung kinkan sebuah kesimpulan yang sebetulnya tidak mungkif Contoh: “Obat yang dokter berikan kepadaku membua pandanganku tajam”; “sebaiknya obat itu kau gunaka pada kepalamu”.

4. Kekeliruan Komposisi: kekeliruan yang diiakukan bila kita bernalar dari sifat-sifat bagian dari suatu keseluruhan sifat-sifat keseluruhan itu sendiri, tanpa suatu kualifikas atau bila kita bernalar dari sifat-sifat yang dimiliki oleh anggota-anggota suatu koleksi ke sifat-sifat koleksi atau kelompok itu sendiri, tanpa suatu kualifikasi. Contoh: “Tono selalu bekerja atas dasar petunjuk atasan. Pegawai negeri memang tak pernah bekerja dengan otaknya sendiri.”

5. Kekeliruan Divisi: kekeliruan yang diiakukan bila bernalar dari sifat-sifat suatu keseluruhan ke sifat-sifat bagian-bagiannya; atau dari sifat-sifat suatu klas atau koleksi ke sifat- sifat anggotanya, bila transisi ini tidak dijamin. Contoh: “Herman mestinya kaya sekali. Kabupatennya memiliki pendapatan per kapita tertinggi di Indonesia.”

6. Kekeliruan A rgumentum ad Populum: Kekeliruan yang diiakukan bila suatu kesimpulan dikemukakan bukan dengan evidensi, tetapi dengan menggunakan bahasa yang menggugah perasaan. Contoh: “Propaganda yang memanas-manaskan hati itu sudah kelewatan Tetapi reputasi gemilang negara kita tak akan lapuk oleh hujan, dan kita akan tetap bercahan”.

7. Kekeliruan Reifikasi atau Hipostatisasi: Kekeliruan terjadi dengan membuat sesuatu dari yang bukan sesuatu, suatu entitas dari suatu abstraksi, misalnya, dan menarik kesimpulan darinya. Salah satu bentuknya yang umum adalah personifikasi. Contoh: “Aneka ragam kembang menambah semarak suasana yang gembira hari ini. Mereka berbicara bahasa cinta dan keriangan.”

Incoming search terms:

  • Apa pengertian hipostatisasi
  • diksi yg menggugah

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • Apa pengertian hipostatisasi
  • diksi yg menggugah