Advertisement

KESEMPURNAAN

Inggris: perfection, dari Latin perfectio (kelengkapan atau kepenuhan). Konsep ini diterapkan terutama pada Allah dan kemudian dalam arti derivatif pada manusia.

Advertisement

1. Konsep kesempurnaan dapat dijumpai, setidaknya secara tersirat, pada Xenophanes. Dia ini menjadikan Allah suatu Ada yang tak berubah dengan sifat-sifat mahahadir (ada di mana-mana) dan mahatahu, sebab tidaklah pantas memikirkan Allah sebagai yang berubah.

2. Lebih terus terang lagi, Plato menganggap Allah sebagai Ada yang sempurna yang kebal terhadap perubahan, sebab perubahan apa pun akan mengakibatkan lebih buruk. Deskripsi ini mengaitkan Allah dengan alam Ide-Ide yang tak berubah, dan memisahkan Allah dari dunia perubahan.

3. Aristoteles memberikan analisis kesempurnaan yang bertahan lama. Ia membedakan Sang Ada Sempurna dari setiap yang lain sebagai Sang Ada yang adalah Forma (Ide) Murni dan Aktus Murni. Setelah mengaktualisir setiap potensialitas, Sang Ada sempurna dalam keadaan tanpa kekurangan, sedangkan yang lain merupakan campuran aktualitas dan potensialitas. Dalam pandangan ini juga kesempurnaan Allah mengandung ketakberubahan.

4. Anselmus menjadikan konsep kesempurnaan basis dari argumen ontologisnya untuk eksistensi Allah. Ia mendefinisikan AlJah sebagai Sesuatu yang daripadanya tidak dapat dipikirkan sesuatu yang lebib besar (sempurna) lagi.

5. Aquinas bernalar dari derajat kesempurnaan di dunia kepada Allah sebagai Sang Ada yang sempurna. Dan dalam penggunaannya terhadap analogi proporsionalitas Allah, dibandingkan dengan hal-hal lain, dilihat sebagai aktualitas murni dan kesempurnaan.

6. Leibniz menentukan dalam pikirannya sendiri bahwa ide Allah adalah ide yang mungkin, pertama-tama dengan menarik keluar sifat-sifat yang adalah kesempurnaan-kesempurnaan yang berhubungan dengan derajat superlatif, dan kemudian mendefinisikan Allah sebagai jumlah semua kesempurnaan.

7. Ferguson mengintrodusir ide kesempurnaan sebagai kriteria benar dan salah maupun juga individu dan kehidupan sosial.

8. Bagi Herbart, kesempurnaan merupakan satu dari lima hubungan dasariah kehendak.

9. Fechner salah seorang pemikir relatif. la memandang Allah sebagai suatu Ada yang melampui diri-Nya sendiri, kendati tidak ada yang melampaui-Nya. Dengan demikian, dia membangun kerangka ide kesempurnaan yang bertumbuh.

10. T.H. Green memandang kesempurnaan manusia sebagai tujuan organisasi sosial.

1 1. Konsepsi Allah sebagai yang bcrada dalam proses diajukan khususnya oleh Hartshorne. Dia memandang kesempurnaan Allah sebagai surrelatif. Maksudnya, Allah adalah Sang Absolut Maksimum pada saat tertentu, tetapi dalam proses waktu Allah melampaui dan mesti melampaui diri-Nya sendiri.

Incoming search terms:

  • #####################
  • arti kesempurnaan
  • pengertian kesempurnaan
  • definisi kesempurnaan
  • apa arti kesempurnaan
  • arti dari kesempurnaan
  • maksud kesempurnaan
  • penjelasan tentang kesempurnaan
  • devinisi kesempurnaan
  • maksud arti dari kesempurnaan

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • #####################
  • arti kesempurnaan
  • pengertian kesempurnaan
  • definisi kesempurnaan
  • apa arti kesempurnaan
  • arti dari kesempurnaan
  • maksud kesempurnaan
  • penjelasan tentang kesempurnaan
  • devinisi kesempurnaan
  • maksud arti dari kesempurnaan