Advertisement

KONVENSIONALISME

Inggris: conventionalism. Dari Latin con (bersama) dan venire (datang).

Advertisement

1. Konvensionalisme dalam arti filosofisnya adalah suatu paharn yang mendasarkan keputusan pada kesepakatan bersama. Tidak jarang yang konvensional berlawanan dengan yang natural, atau yang real, atau yang betul. Dengan demikian konsep-konsep ilmiali dan konstruksi-konstruksi teoretis pada dasarnyi merupakan produk-produk kesepakatan di antara kaum ilmuwan. Kesepakatan ini berasal dari pertiinbangan tentang kebiasaan, ketepatan, kesederhanaan, dan sebagainya.

2. Konvensionalisme yang konsisten mengarah ke idealisme subyektif, karena ia menyiratkan negasi terhadap isi objektif diiri pengetahuan teoretis ilmiah. Prinsip-prinsip teoretis dan konvensionalisme diuraikan oleh Poincare. Meskipun demikian, ia berupaya mempertahankan nilai obyektif dari teori-teori ilmiah.

3. Unsur-unsur dari konvensionalisme akan ditemukan dalam positivisme, pragmatisme, dan operusionalisme. Paham-pahun ini menyajikan pemikiran teoretis sebagai sesuatu yang subjektit dan menerangkan penggunaan beberapa sistem konsep cian konstruksi matematik oleh kaum ilmuwan menurut keinginan mereka untuk mencapai pemahaman timbal balik.

Namun, sudut pandangan ini disangkal oleh penelitcin Ins toris ilmiah dan analisis epistemologis. Yang pertama mentjn jukkan bahwa perangkat-perangkat teoretis yang digurialtan dalam ilmu dikondisikan secara historis. Dan yang belaka membuktikan bahwa perangkat-perangkat ini semata-mata merupakan suatu bentuk di mana dunia objektif direfleksikan dan karena itu tidak dapat menjadi semata-mata suatu produk persetujuan.

Dalam filsafat ilmu pengetahuan, konvensionalisme adalah pandangan bahwa hukum (teori, hipotesis) adalah ungkapan-ungkapan tulisan cepat yang tepat untuk menata dan menjelaskan pengalaman. Ungkapan-ungkapan lain dapat ditemukan bila menjalankan tugas-tugas serupa. Oleh karena itu, hukum- hukum alam adalah postulat-postulat yang tidak mutlak sifat- nya. Semua itu bertaiian dengan kerangka pengetahuan kita dan teknologi kita; tidak dapat menyingkapkan realitas sebagaimana kcnyataan/realitas itu ada pada dirinya, tetapi menyingkapkan hnnya apa dan bagaimana kesadaran menaruh segala sesuatu dalam hubungan-hubungan; diterima secara umum di dalam lingkungan-lingkungan ilmiah, sebab, mereka menghasilkan penyedcrhanaan penjelasan, kontrol, daya pemahaman pengertian, prediksi, dan cara-cara untuk mendeduksi konsep-konsep yang lebih dalam daripada yang dapat dibuat hukum yang berlawanan. Hukum-hukum tunduk kepada revisi dan pada akhirnya akan dihapus (dihilangkan) jika tidak berfungsi.

Dalam logika, kebenaran-kebenaran dan prinsip-prinsip logika adalah konvensi-konvensi yang disepakati dengan tujuan membangun suatu sistem formal. Tidak ada seperangkat aksioma (atau aturan kesimpulan, atau postulat, atau metode konsep- tual) yang menjadi dasar utama dalam sistem logika. Kebenaran aksioma-aksioma di dalam suatu sistem logika merupakan soal kesepakatan konseptual mengenai titik mulai dan bagaimana meneruskan.

Kadang-kadang disebut pula konvensionalisme linguistik, pragmatisme dalam babasa, pragmatisme linguistik. Maksudnya ialah bahwa bahasa atau perhitungan berdasarkan sintaksis dapat ditentukan dengan sejumlah cara. Keputusan untuk menerirna satu bahasa dan bukan bahasa yang lain adalah suatu keputusan yang dibuat berdasarkan perpaduan hal-hal seperti ketepatan, penyederhanaan prosedur, kepraktisan, kepemahaman, kebergunaan, kemampuan bisa diterapkan.

Incoming search terms:

  • Pengertian konvensionalisme
  • Pengertian toris
  • Arti kata Konvensionalitas
  • konvensionalisme adalah

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • Pengertian konvensionalisme
  • Pengertian toris
  • Arti kata Konvensionalitas
  • konvensionalisme adalah