Advertisement

LAGU ANAK dalam arti luas, adalah lagu yang diciptakan maupun disebarkan untuk dikenal anak- anak. Dalam pengertian yang lebih sempit, lagu anak adalah lagu rakyat asli, termasuk lagu-lagu yang dinyanyikan untuk anak-anak yang masih bayi, misalnya lagu-lagu untuk meninabobokkan anak, lagu-lagu yang dinyanyikan anak-anak berusia 3 sampai 7 tahun, dan nyanyian yang diwariskan nenek moyang, misalnya lagu permainan.

Lagu anak menggunakan bahasa yang memberikan gambaran jelas, dengan deretan ungkapan yang teratur sama, hitungan-hitungan, tiruan bunyi, suku kata, kata-kata tanpa arti, serta nada dan irama yang sederhana. lagu anak dalam bentuknya yang indah dan sederhana merupakan alat pendidik yang baik sekali.

Advertisement

Perkembangan Anak diuraikan dalam psikologi perkembangan. Ada empat teori utama tentang perkembangan anak yang dipergunakan dalam penelitian tentang tingkah laku anak: (1) teori pematangan, (2) teori psikoanalitik, (3) teori belajar, dan (4) teori kognitif.

1. Teori pematangan menyatakan bahwa dasar utama perubahan dalam perkembangan adalah   pematangan, khususnya pematangan secara fisiologik (badaniah), terutama dalam sistem saraf. Tingkah laku anak yang sedang tumbuh seakan- akan mengikuti seperangkat pola perkembangan. Tingkah laku berubah bersama pertambahan usia. Perbedaan antara orang-orang lebih disebabkan oleh keturunan daripada oleh lingkungan.

2. Teori psikoanalitik menyatakan bahwa anak tergerak oleh agresi. Anak berkembang melalui interaksi yang rumit antara kebutuhan mereka, berdasarkan naluri dan tuntutan lingkungan mereka. Tuntutan lingkungan yang mula-mula ditunjukkan oleh orang tua yang sayang, tetapi membatasi, dan kemudian oleh versi anak itu sendiri tentang tuntutan orang tiknya. Anak berubah melalui konflik, terutama antara gerak hatinya sendiri dan tuntutan kenyataan. Penyelesaian yang berhasil dapat membuahkan perkembangan normal dan, sebaliknya, penyelesaian yang tidak berhasil dapat menyebabkan gangguan mental.

3. Teori belajar mengatakan bahwa perkembangan anak terutama bergantung pada pengalaman dengan ganjaran dan hukuman. Anak harus belajar memberikan tanggapan tertentu, misalnya berbicara, tata krama, dan tingkah laku. Mereka mempelajari tanggapan itu melalui asosiasi mereka dengan rangsangan. Teori belajar ini didasari oleh dua eksperimen belajar, yaitu eksperimen tentang perolehan belajar di kelas dan eksperimen tentang perolehan belajar instrumental.

4. Teori kognitif memandang anak sebagai pemecah masalah yang aktif. Teori ini menekankan peranan motivasi anak yang alamiah sebagai faktor kunci dalam perkembangan. Motivasi ini meliputi keinginan anak untuk memberi kepuasan kepada keingintahuan mereka, untuk menguasai tugas-tugas yang menantang atau mengurangi ketidaktetapan dan kebimbangan anak itu di dunia. Menurut teori ini, anak-anak membentuk teori mereka sendiri tentang dunia dan hubungan antara aspek-aspeknya yang berbeda. Teori anak itu mula-mula sederhana, tetapi makin menjadi realistis setelah diuji terhadap pengalaman si anak. Teori perkembangan kognitif menggambarkan secara terperinci bagaimana anak yang sedang tumbuh mengubah pemikiran mereka tentang jumlah, sebab, waktu, tempat, dan moralitas. Mula-mula, anak mengisi dunianya dengan aktivitas mereka sendiri. Lalu mereka bergerak ke seperangkat generalisasi yang terbatas, berdasarkan pengetahuan mereka sendiri tentang kasus-kasus tertentu. Akhirnya mereka mendapatkan kemampuan untuk membuat generalisasi yang sahih dan abstrak tentang sifat kenyataan.

Pertanyaan Anak timbul dari sikap anak yang ingin menyelidiki. Dengan memperoleh jawaban yang benar, anak memperoleh pengetahuan yang diinginkannya. Dengan demikian ia memperkaya dan menambah keterangan tentang gambaran dunia atas inisiatif sendiri. Bentuk pertanyaan pertama dalam ujaran adalah “apa itu?”

Pada tahun pertama sudah terlihat bentuk-bentuk pendahuluan sikap bertanya yang diungkapkan dengan mimik. Nada bertanya mulai pada tahun kedua dalam kata-kata yang masih mempunyai arti samar- samar, misalnya “mobil?”

Setelah anak menguasai sejumlah nama, ia menemukan fungsi nama dan beralih ke pertanyaan tentang nama, setelah ia menguasai bentuk ujarannya secara menirukan. Dari barang-barang yang ditanyakan dengan “apa?”, anak mulai menggunakan cara-cara bertanya yang lain.

Sesudah pertanyaan “apa?” dan “di mana?” (stadium benda), menyusul pertanyaan “apa yang dikerjakan?” (stadium perbuatan), lalu pertanyaan “bagaimana?” (stadium cara). Pertanyaan berikutnya “untuk apa?”, disusul pertanyaan tentang sebab-musabab “dari mana”, “dari apa”, dan selanjutnya pertanyaan “kapan” yang berhubungan dengan masa yang akan datang, dan akhirnya pertanyaan “kapan” yang berkaitan dengan masa yang sudah lampau. Sesuai dengan lingkungan bicara dan tingkat perkembangan.

Incoming search terms:

  • pengertian lagu anak anak
  • pengertian musik anak anak
  • pengertian lagu anak
  • pengertian lagu anak-anak
  • pengertian lagu
  • pengertian musik anak-anak
  • pengertian musik anak
  • lagu anak anak adalah
  • Definisi lagu anak
  • Arti lagu anak anak

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian lagu anak anak
  • pengertian musik anak anak
  • pengertian lagu anak
  • pengertian lagu anak-anak
  • pengertian lagu
  • pengertian musik anak-anak
  • pengertian musik anak
  • lagu anak anak adalah
  • Definisi lagu anak
  • Arti lagu anak anak