Advertisement

LOGISISME

Inggris: logicism.

Advertisement

1. Semua hal merupakan momen pengembangan diri dari logos atau tahap-tahap dalam perkembangan menuju logos (= pan-logisisme).

2. Dalam hubungan dengan logika, logisisme ialah doktrin bahwa yang logis merupakan bidang independen yang sejajar dengan yang real dan psikis, (transendentalisme logis) atau

3. ajaran yang mendeduksikan seluruh ISI pengctahuan dari pemikiran formal tentang logika

4. Dalam psikologi, logisisme ialah pandangan yang mencoba menjabarkan fungsi-fungsi psikis yang independen pada tindak- an pikiran. Dengan demikian filsafat Hegel, yang sering disebut sebagai satu bentuk logisisme, hanya sebagai logisisme dalam arti (1) bukan sebagai logisisme dalam arti (3).

5. Salah satu arah dasar dalam menyediakan suatu dasar bagi matematika dengan mereduksikan seluruh matematika pada logika.

6. Teori bahwa matematika adalah suatu perluasan logika:

a) matematika dapat dideduksi dari konsep-konsep dan prosedur- prosedur logika deduktif;

b) semua bukti matematis adalah bentuk-bentuk penalaran deduktif;

c) matematika dapat direduksikan pada logika.

7. Istilah itu dapat pula diartikan:

a) matematika murni berkaitan dengan konsep-konsep yang semuanya dapat dideflnisikan dalam kaitan dengan beberapa konsep logis fundamental; dan

b) semua pernyataan matematika dapat diasalkan dari beberapa aturan (prinsip) logis.

8. Teori bahwa semua pernyataan yang niscaya (kebenaran, bentuk- bentuk logis) dapat dilihat menjadi benar secara logis analitis.

Meskipun gagasan ini asal mulanya dikembangkan oleh Leibniz, namun hanya Fregelah yang mencoba mempraktik- kannya pada akhir abad lalu. Frege sendiri mempunyai tujuan: a) mendefinisikan konsep-konsep dasariah matematika dalam hubungan dengan logika murni, dan b) membuktikan prinsip- prinsipnya sambil membatasi diri seluruhnya pada prinsip-prin- sip logika dan menggunakan hanya bukti-bukti logis.

Namun, karya positif yang mendalam dalam arah ini (Russel dan Whitehead, 1910-1913, F. Ramsey, 1916, W. Quine, 1940) gagal untuk menghasilkan buah-buah yang diinginkan. Dan ini pada dasarnya disebabkan oleh asumsi metodologis yang tidak tepat mengenai logisisme. Asumsi itu mengatakan bahwa matematika tidak tergantung dari dunia material dan juga tidak tergantung dari tugas-tugas penelitiannya. Perkembangan logika matematis, sebaliknya, menyimpulkan, sebagaimana dalam dalil Goedel, bahwa cabang-cabang matematika yang paling dasar (misalnya, aritmatika) tidak dapat direduksikan pada logika.

Incoming search terms:

  • Logisisme

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • Logisisme