Advertisement

MAYETIK

Inggris: maieutic, dari bahasa Yunani maieutikos, maieutsthai (seorang yang bertindak sebagai dukun anak, bidan). Dari kata maia yang berarti dukun anak (bidan).

Advertisement

 1. Biasanya dipakai sebagai sebuah kata sifat, yang menggambarkan metode Soktrates dalam melontarkan ide-idenya kepada seorang individu. Secara tersirat berkaitan dengan doktrin Sokratik atau Platonik tentang anamnesis (ingatan, ingatan kembali). Menurut ajaran ini, kita mempunyai pengetahuan dalam diri kita dari suatu eksistensi kekal. Dan pengetahuan ini di- kaburkan oleh trauma kelahiran.

2. Menunjukkan metode Sokrates: maieutike techne, yaitu seni atau teknik kebidanan. Dalam tindakan pengetahuan dikatakan bahwa orang sudah memiliki pengetahuan, tetapi pengetahuan itu perlu dikeluarkan, dilahirkan. Pembicara atau pem- bimbing berusaha sedapat mungkin memancing ide-ide dalam pikiran para pendengar. Para pendengar sudah “memiliki” ide- idenya dan perlu ditolong agar mereka dapat mengeluarkan atau melahirkan ide-ide itu. Metode Sokrates ini kita temukan dalam suatu kutipan yang terkenal dari dialog Theaitetos. Sebagaimana ibunya adalah seorang bidan, katanya, demikian pun tugas Sokrates dapat dibandingkan dengan pekerjaan seorang bidan. Tetapi dia tidak membidani badan melainkan membidani jiwa-jiwa. Sokrates sendiri tidak menyampaikan pengetahuan, tetapi dengan pertanyaan-pertanyaannya ia membidani pengetahuan yang terdapat dalam jiwa orang lain. Ide sudah siap untuk dilahirkan, tetapi membutuhkan seorang yang menanyakan persoalan-persoalan yang tepat, yang dapat melecut pikiran. Dengan pertanyaan lebih lanjut Sokrates menguji nilai pikiran-pikiran yang sudah dilahirkan itu.

Advertisement