Advertisement

PARADOKS ACHILLES dalam logika adalah sebuah aliran sesat yang dikembangkan oleh filsuf Yuniyii, Zeno. Aliran sesat semacam ini disebut sofisme, sedangkan penganut aliran ini disebut sofis.

Paradoks yang dikembangkan di sini bukanlah paradoks yang sesungguhnya. Penganut sofisme mengatakan, bila Achilles mampu berlari sejauh 10 m per detik dan bertarung dengan penyu yang bergerak dengan kecepatan 5 cm per detik, maka orang itu tidak pernah akan dapat mengalahkan penyu bila pada saat perlombaan penyu berada 1 m di depan Achilles. Alasan yang dikemukakan Zeno ialah bahwa bila orang itu mencapai titik di mana penyu meng- awali startnya, penyu itu telah bergerak menjauh ke depan.

Advertisement

Paradoks Achilles ini disusun untuk membuktikan bahwa benda yang bergerak lebih lam ban tidak pernah dapat dikalahkan oleh benda yang bergerak lebih cepat. Paradoks Achilles juga mengenai dikotomi paradoks. Dikotomi ini disusun untok membuktikan bahwa sebuah objek yang bergerak tidak pernah mencapai akhirnya. Alasannya ialah karena sebelum mencapai tujuan akhir, ia harus mencapai separuh jaian. Separuh jalan ini mempunyai paruhan lain dan paruhan itu mempunyai paruhan lain lagi.

Dengan demikian terdapat ketidakterbatasan jumlah paruhan. Karena jumlah paruhan itu tidak terbatas, maka diperlukan juga waktu yang tidak terbatas untuk mencapai tujuan akhir. Karena ia memeriukan ketidakterbatasan waktu untuk mencapai tujuan maka ia tidak pernah bisa mencapai tujuan akhir. Pola pemikiran ini tidak dapat diterima masyarakat umum maupun masyarakat ilmu pengetahuan karena berpegang pada dasar pemikiran yang salah.

Advertisement