MAKNA POSTULAT

333 views

POSTULAT

Inggris: postulate. Dari Latin postulatum, dari postulare (meminta, menuntut).

Pengertian

Istilah ini biasanya digunakan untuk menunjukkan proposisi-pro- posisi yang merupakan titik tolak pencarian yang bukan definisi, atau praandaian sementara, tidak juga sedemikian pasti sehingga mereka dapat diangkat sebagai aksioma. Proposisi-proposisi itu ditentukan sebagai benar, dan digunakan tanpa pembuktian. Jadi, postulat salah satu dari kelompok istilah-istilah yang saling berkaitan, termasuk “definisi”, “asumsi”, “hipotesis”, dan “aksioma”. Hal ini dapat dirinci lebih lanjut:

1. Pernyataan yang dibutuhkan sebagai suatu asumsi dan/atau yang ditegaskan, tanpa bukti dan/atau sebagai jelas-sendiri, biasanya dalam konteks sistem logika atau matematika formal.

2. Pernyataan yang diterima sebagai benar tanpa sendiri memiliki bukti logis bagi kebenarannya dan yang digunakan untuk menurunkan pernyataan-pernyataan lain yang membentuk sistem analisis logis atau logiko empiris yang koheren.

3. Asumsi, perkiraan, atau hipotesis yang diakui atau ditetapkan sedemikian rupa sehingga suatu studi bisa dilaksanakan secara sistematis.

4. Prinsip atau pernyataan dalam sebuah teori ilmiah. Pernyataan ini diambil sebagai pernyataan awal, tak dapat dibuktikan dalam kerangka teori bersangkutan.

 

Dalam Logika dan Ilmu Pengetahuan Modern

1. Dalam logika modern dan metodologi ilmu pengetahuan, konsep postulat biasanya dipakai sebagai sinonim aksioma, dalam arti luas.

2. Beberapa ahli logika menggunakan pula aksioma dan postulat sebagai sinonim. Tetapi ada juga ahli logika yang mengatakan bahwa aksioma adalah kebenaran yang tidak perlu dibuktikan lagi. Sedangkan postulat adalah suatu anggapan dasar atau premis dari rangkaian pemikiran dan belum tentu jelas sehingga perlu dibuktikan. Dalam arti terakhir ini, semua aksioma merupakan postulat, tetapi tidak semua postulat itu aksioma. Sering perbedaan arti kedua konsep ini yang turun dari filsafat kuno dipertahankan: aksioma berarti prinsip logis awal dari sebuah teori, dan postulat-postulat merupakan pernyataan- pernyataan awal dalam teori tersebut. Dalam beberapa kasus, postulat-postulat menunjukkan aksioma-aksioma dan kaidah- kaidah untuk membahas sebuah teori.

1. Aristoteles memandang postulat sebagai satu di antara premis- premis pertama pembuktian. Postulat dianggapnya terbuktikan tetapi digunakan tanpa pembuktian. Aristoteles dan Thomas Aquinas mengerti postulat (petitio) sebagai pernyataan yang tidak segera dilihat sebagai benar, tetapi yang untuk sementara diterima sebagai benar dalam sebuah diskusi ilmiah tanpa pembuktian. Tetapi diandaikan, entah bagaimana, telah dibuktikan. Postulat berbeda dengan suposisi (suppositio) dalam kasus ini. Dalam perdebatan formal, suposisi (perkiraan) diterima oleh kedua belah pihak sebagai benar, sementara dalam soal postulat, satu pihak dari argumen tidak menempati posisi kebenaran dari pernyataan.

2. Euklides setuju bahwa postulat satu di antara premis-premis pertama pembuktian. Baginya, postulat tak terbuktikan dan juga tidak jelas sendiri. Jika aksioma sistem Euklides general dan non-geometris, maka yang muncul di antara postulat-postulat hanyalah pernyataan-pernyataan geometris. Misalnya: “Di antara dua garis dapat ditarik suatu garis lurus”.

3. Wolff menggunakan istilah ini secara lebih luas untuk menunjuk pada proposisi-proposisi yang tak terbuktikan, praktis, dan partikular.

4. Kant mengikuti jejak Wolff, setidaknya sebagian. Dia menyebut prinsip-prinsip modalitasnya dengan nama “postulat pemikiran empiris”, dan memandang ide-ide Allah, kebebasan, dan imortalitas sebagai “postulat akal praktis”. Demikianlah Kant berbicara mengenai postulat-postulat rasio praktis. Postulat seperti ini merupakan “proposisi teoritis tetapi sedemikian tak dapat didemonstrasikan sejauh melekat sungguh-sungguh pada hukum praktis sehingga bersifat a priori yang mengikat secara mutlak”. Artinya, postulat rasio aktif praktis adalah proposisi yang harus diterima kalau hukum moral tidak menjadi tak berarti. Postulat-postulat dalam pengertian ini menurut Kant adalah kehendak bebas, imortalitas (kebakaan) jiwa dan eksistensi Allah.

5. Lotze memandang postulat sebagai asumsi yang niscaya dan mutlak, yang berbeda dengan hipotesis-hipotesis yang bersifat terkaan.

 

Postulat Rasio Praktis Kant

Postulat-postulat rasio praktis adalah praandaian-praandaian (da¬sar) bagi moralitas yang sifatnya tidak dapat dibuktikan namun mutlak perlu dan praktis: (1). Eksistensi Tuhan (Allah); (2). Imortalitas; (3). Kehendak Bebas. Bagi Kant, ketiga postulat ini tersirat dalam kesadaran moral, yang karenanya harus diterima sebagai kebenaran-kebenaran moral. Kesadaran moral dapat masuk akal hanya kalau orang mau menerima adanya postulat-postulat itu.

Incoming search terms:

  • pengertian postulat
  • postulat
  • postulat adalah
  • Arti Postulat
  • definisi postulat
  • apa itu postulat
  • postulat logika
  • apa yang dimaksud dengan postulat
  • pengertian postulat menurut para ahli
  • apa yang dimaksud postulat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *