PENGERTIAN – ARTI PROBABILISME

712 views

PROBABILISME

Inggris: probabilism.

Beberapa Pengertian

1. Teori bahwa kepastian tentang realitas sama sekali tidak dapat tercapai karena realitas tidak merupakan sistem yang seluruhnya rasional. Pengetahuan probabel tentang hal-hal dan tentang perilaku manusia merupakan jenis pengetahuan satu-satunya yang dapat kita miliki. Seorang pribadi yang rasional merupakan seorang, yang dihadapkan dengan tidak adanya kepastian, dibimbing oleh probabilitas-probabilitas.

2. Ilmu empiris harus memberikan nilai-nilai probabilitas kepada hipotesis (teori) dan dengan cara ini menunjukkan derajat konfirmasi atau dikonfirmasinya.

Dalam Kaitan dengan Kehidupan Moral

Untuk menuntun suatu kehidupan moral, sangat perlu manusia memiliki kepastian tentang kelurusan tindakannya. Dalam persoalan keseharian kepastian ini mudah dicapai. Tetapi dalam sejumlah kasus rumit, di mana para pakar berbeda pendapat, kepastian sulit dicapai atau tidak begitu saja bisa tercapai. Dari sebab itu, manusia harus jujur berusaha untuk membentuk putusan sahih obyektif dan mempergunakan bantuan mana pun juga dari luar yang dia peroleh. Namun, tekanan hidup sehari-hari yang menuntut keputusan-keputusan praktis tidak dapat menanti pemecahan teoritis terhadap problem-problem semacam ini. Dalam situasi-situasi seperti ini harus ada suatu jalan, meski tanpa ke¬pastian langsung, dan suatu jalan yang bersandar pada objek itu sendiri, untuk mencapai suatu kepastian tidak langsung tentang boleh-tidaknya tindakan secara moral.

Sistem-sistem moral mencoba memberikan jawaban atas problem ini. Sistem-sistem ini tidak bertujuan memecahkan problem teoritis tentang apakah benar-benar ada atau tidak suatu hukum yang dapat dipersoalkan. Sebaliknya, sistem-sistem ini berusaha menyajikan cara memutuskan apakah kewajiban yang mengikat suara hati sungguh-sungguh mengikat dalam kasus konkrit ini atau tidak. Menurut tutiorisme, orang dapat mengikuti pendapat yang mendukung kebebasan asalkan pendapat itu pasti atau sangat probabel. Menurut probabiliorisme, pendapat itu bisa saja diikuti, asalkan ia lebih probabel dibandingkan dengan pandangan atau pendapat yang mendukung hukum. Dan menurut ekuipro- babilisme, pendapat tersebut bisa dianuti, manakala ia sama- sama probabel atau hampir sama-sama probabel.

Karena probabilitas dari suatu pernyataan meskipun ia lebih besar dari probabilitas dari pernyataan lawannya tidak menyangkal probabilitas dari pernyataan lawannya dan karenanya tidak pernah menghasilkan kepastian (apa yang orang cari dalam putusan suara hati), maka menimbang-nimbang probabilitas tidak menawarkan pemecahan terhadap problem tersebut. Yang jauh lebih pasti ialah bahwa kewajiban yang tidak pasti belum tentu bukar kewajiban. Maka dari itu, selama masih dapat dikemukakan alasan-alasan serius terhadap suatu kewajiban yang nyata, sudah past kewajiban ini tidak mengikat manusia tertentu ini, sebab kewajiban-kewajiban dapat dirasakan oleh subjek kewajiban hanya melalu pengetahuan. Inilah pendapat atau posisi probabilisme. Hendaknyi diperhatikan hal berikut ini: keraguan tentang suatu fakta (dubiun facti), pada dirinya sendiri, bukan dasar keraguan tentang kewa jiban (dubium /egis); misalnya, keraguan tentang adanya seorang pada jarak tembak tidak memberikan saya kebebasan untuk mulai tembak.

Incoming search terms:

  • probabilisme
  • pengertian probabilisme
  • probabilisme adalah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *