Advertisement

PROGNOSTIKASI

Prognostikasi merupakan sejenis penglihatan ke masa depan yang ilmiah, serta suatu ilmu khusus tentang prospek suatu gejala. Dalam bidang sosial, hal ini merupakan dasar ilmiah dalam kontrol sosial (menetapkan sasaran, mengadakan perencanaan, program, membuat proyeksi, mengambil keputusan).

Advertisement

Inggris: prognostication; dari prognostic—Yunani: prognostikos (melihat sebelumnya), dari pro (sebelum) gignosko (melihat).

Dua Jenis Prognostikasi

Ada dua jenis prognostikasi: investigatif dan normatif. Yang terdahulu merupakan proyeksi kecenderungan-kecenderungan yang sedang diamati ke masa depan, dengan mengandaikan bahwa kecenderungan-kecendrungan itu tidak tunduk kepada perubahan- perubahan dengan sarana-sarana manajerial. Maksudnya adalah identifikasi masalah-masalah yang bakal ditangani di masa depan.

Yang belakangan berkaitan dengan penentuan cara-cara dan sarana memecahkan masalah-masalah agar mencapai keadaan objek yang dikehendaki atas dasar kriteria yang ditetapkan sebelumnya.

Perbandingan data yang diperoleh baik oleh prognostikasi investigatif maupun prognostikasi normatif membantu menggambarkan dorongan/rekomendasi untuk meningkatkan efisiensi manajemen. Dalam arti lebih luas, prognostikasi dapat dibagi lagi ke dalam prognostikasi ilmiah-teknis dan sosio-ekonomis. Juga, ada prognostikasi mutakhir, berjangka pendek, berjangka menengah, berjangka panjang (dalam ilmu-ilmu sosial jenis prognostikasi ini meliputi waktu setahun, 1-5, 5 — 10, dan 10 – 15 tahun berturut-turut). Jenis prognostikasi lainnya berjangka paling panjang mencakup 15 — 20 tahun. Metode-metode yang tersebar luas, yang digunakan dalam prognostikasi mencakup: ekstrapolasi, interpolasi, peragaan, pengumpulan pendapat para pakar, analogi historis, skenario ramalan, matriks faktor independen dari jenis “input-output” (masukan-keluaran) maupun metode-metode yang berdasarkan peta-peta, “suatu pohon masalah”, “suatu pohon tujuan”, penggunaan paten, dan sebagainya.

Advertisement